Kamis, 31 Maret 2011

BJB pakai sisa dana IPO untuk ekspansi jaringan

MAKASSAR: PT Bank BJB Tbk akan menggunakan sisa dana pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp280 miliar untuk membangun jaringan kantor dan membenahi aspek teknologi informasi dalam layanan perbankan tahun ini.
Perseroan berencana mendirikan sekitar sembilan kantor cabang utama baru sepanjang 2011 guna memperkuat posisi sebagai bank pembangunan daerah (BPD) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Selain itu, Bank BJB yang dulu bernama Bank Jabar Banten akan mengembangkan 40 kantor cabang pembantu.

Direktur Utama Bank BJB Agus Ruswendi mengatakan dana sisa IPO itu diperkirakan habis terpakai tahun ini. Adapun dana IPO yang diperuntukkan bagi ekspansi kredit sudah lebih dulu terserap sepenuhnya.
“Kami masih punya sekitar Rp280 miliar hasil melepas saham tahun lalu. Dana yang dialokasikan untuk kredit sudah terserap seluruhnya, tinggal anggaran bagi pengembangan jaringan dan teknologi informasi yang rencananya digunakan tahun ini juga,” kata Agus di sela-sela pembukaan kantor cabang utama di Makassar, hari ini.
BJB menjual 2,42 miliar lembar saham atau setara dengan 25% jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh kepada publik pada 8 Juli 2010. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan meraup dana segar sekitar Rp1,4 triliun.
Sejak awal, dana hasil IPO memang diproyeksikan untuk menopang ekspansi kredit khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, serta perluasan jaringan kantor dan penyempurnaan teknologi informasi. Sebesar 80% uang IPO dikucurkan sebagai kredit.
“Sekarang kantor cabang kami telah mencapai 47 unit, termasuk di Makassar yang diresmikan hari ini. Kami berkomitmen untuk terus menambah kantor, terutama kantor cabang pembantu yang ditargetkan meningkat sebanyak 40 unit per tahun,” ujar Agus.
Pada 2010, total aset perseroan tercatat mencapai Rp43,45 triliun, tumbuh 34,05% dibanding tahun sebelumnya. Penghimpunan dana juga meningkat 33,34% ke level Rp37,07 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit naik 20,57% menjadi Rp23,67 triliun.
Pendapatan bunga bersih perseroan terkerek naik 25,51%, dengan perolehan laba bersih Rp890 miliar, menanjak 25,52% dibanding 2009. (htr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar