Jumat, 18 Februari 2011

LPPI: Aksi bajak-membajak bankir bakal terus terjadi

JAKARTA: Perkembangan perbankan nasional dinilai tidak sejalan dengan jumlah karyawan sehingga beban tugas yang dijalani bankir lebih berat dari semestinya.

"Aksi bajak-membajak bankir pun menjadi fenomena yang bakal terus terjadi karena tak seimbangnya antara suplai dan permintaan. Bahkan bisa menimbulkan beban biaya yang lebih tinggi karena tawar-menawar bankir untuk memenuhi kebutuhan," kata Subarjo Joyosumarto, Dirut Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), hari ini.

Menurut dia, idealnya setiap pertumbuhan aset perbankan sebesar Rp5 miliar ada penambahan satu bankir.

"Saat ini jumlah bankir kita hanya 200.000 orang. Itu tidak sebanding dengan jumlah aset perbankan yang lebih dari Rp2.500 triliun. Ini perlu diperhatikan oleh kalangan perbankan," tuturnya.

Dengan jumlah aset perbankan nasional sebesar Rp2.500 triliun, paparnya, kebutuhan bankir yang ideal sebanyak 500.000 orang, sehingga masih kekurangan bankir lebih dari separuh jumlah yang ada saat ini.

"Bank-bank papan atas rata-rata mendominasi jumlah karyawan, sebut saja BRI yang saat ini memiliki karyawan sekitar 45.000 orang dengan jumlah kantor cabang online lebih dari 6.000 unit. Semakin banyak ekspansi kantor suatu bank, maka kebutuhan bankir akan terus meningkat," jelasnya. (yus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar