Selasa, 04 Januari 2011

Penyaluran KUR Mandiri lampaui target

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp2,1 triliun pada 2010 atau mencapai 113,82% dari target yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp1,84 triliun.


Total penyaluran KUR yang disalurkan bank pelat merah itu sejak 2007 hingga tahun lalu mencapai Rp3,61 triliun bagi 74.000 debitur.

Sebagian besar penyaluran KUR diserap oleh sektor pertanian dan peternakan dengan porsi kredit mencapai 50,34% bagi sekitar 49.000 debitur. Sebesar 38,96% disalurkan bagi 22.000 debitur pada sektor perdagangan dan sisanya pada sektor lain.

Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso mengatakan dominasi penyaluran KUR untuk sektor pertanian dan peternakan itu terkait dengan komitmen perseroan untuk membiayai sektor hulu guna menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Hal itu bisa mendorong perekonomian masyarakat dan menjangkau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di daerah yang tidak terjangkau bank,” ujarnya dalam keterangan tertulis, hari ini.

Dia mengutarakan penyaluran kredit kepada nasabah KUR mikro dilayani lebih dari 1.000 jaringan kantor, sedangkan penyaluran KUR ritel dilayani oleh 177 jaringan kantor.

Dia berharap KUR yang disalurkan bank itu bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di seluruh Indonesia. Perseroan memperbanyak penyaluran bagi sektor industri yang banyak digeluti masyarakat di daerah perdesaan.

Kredit usaha rakyat merupakan program yang bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro kecil menengah dan koperasi yang layak, tetapi belum bankable. 

Adapun, pemerintah merevitalisasi KUR guna mendorong penyaluran kredit melalui peningkatan plafon KUR mikro yang semula Rp5 juta menjadi Rp20 juta.

Selain itu, revitalisasi itu guna meningkatkan penjaminan untuk sektor pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan serta industri kecil yang semula berkisar 70% menjadi 80% dari total kredit.

Dia menuturkan perseroan juga menerapkan skema KUR bagi tenaga kerja Indonesia dengan penjaminan pemerintah sebesar 80% dan meningkatkan plafon KUR untuk program kredit penerusan dari semula Rp1 miliar menjadi Rp2 miliar.

Selanjutnya, pihaknya memberikan jangka waktu kredit investasi untuk perkebunan tanaman keras selama 13 tahun.

Guna penyaluran dengan pola individual, Bank Mandiri fokus membiayai usaha mikro, kecil dan menengah senilai Rp20 juta per nasabah dan Rp20 juta hingga Rp 500 juta untuk KUR ritel.

“Strategi yang digunakan a.l. melalui pola aliansi dengan pembiayaan kepada supplier atau sub distributor usaha mikro, kecil, menengah maupun koperasi.” (spr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar