JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan pertumbuhan kredit usaha rakyat mencapai Rp2,5 triliun pada tahun ini atau naik sekitar 50% dari posisi pada tahun lalu.
General Manager Usaha Kecil BNI Slamet Djumantoro mengatakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada 2010 melampaui target senilai Rp1,6 triliun. “Kami menyalurkan kredit sekitar Rp1,63 triliun atau 101,9% dari target pemerintah,” kata Slamet di Jakarta hari ini.
Dia menjelaskan KUR tersebut disalurkan kepada 16.257 debitur bagi sektor perdagangan sebesar 48% dan pertanian 32%. Rata-rata pembiayaan yang dikucurkan berkisar Rp100 juta hingga Rp110 juta pada tahun lalu.
Terkait dengan penyaluran KUR pada tahun lalu, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp3,16 triliun kepada 27.824 debitur sejak November 2007.
Slamet mengatakan penyaluran KUR di BNI memakai dua pola, yaitu penyaluran langsung (direct to end user) atau linkage dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi.
Jumlah BPR dan koperasi yang digandeng oleh BNI mencapai 1.558 unit. BNI mengandalkan 51 sentra kredit kecil, 114 unit kredit kecil, 75 cabang standalone dan 1.100 kantor cabang guna penyaluran kredit.
“Jadi, linkage dengan BPR dan koperasi saling menguntungkan, karena pasar kredit mereka tidak terusik dan mereka mendapatkan keuntungan dari spread margin. BNI bisa menyalurkan KUR secara luas, karena tidak memiliki tangan yang panjang untuk mencapai masyarakat hingga pelosok,” kata dia.
Adapun, tingkat kredit macet (non-performing loan/NPL) KUR hingga akhir Desember 2010 berada pada level 1,53%.
Wakil Pemimpin Divisi Usaha Kecil Ronny Venir menilai NPL dapat ditekan dari posisi sebelumnya, yaitu 2,4% akibat penambahan penyaluran KUR hingga akhir Desember 2010.
Selanjutnya, BNI masih menunggu target yang dibebankan oleh pemerintah bagi penyaluran KUR pada tahun ini.
Ronny memproyeksikan target pemerintah mencapai hingga Rp2,5 triliun atau naik sekitar 50% dari tahun lalu. “Kami siap menyalurkan target pemerintah,” kata Ronny.
Target penyaluran kredit usaha kecil pada 2011 diharapkan meningkat hingga 20% dari perolehan tahun lalu yang mencapai Rp29,32 triliun. Jumlah debitur kredit usaha kecil mencapai 54.015 yang mayoritas berasal dari perdagangan, yaitu 53,06%.
Wakil Pemimpin Divisi Usaha Kecil BNI Ayu Sari Wulandari menilai target pertumbuhan KUR dan usaha kecil sangat agresif dibandingkan dengan target pertumbuhan seluruh pembiayaan BNI yang diperkirakan di bawah 20% pada tahun ini.
“Kami optimistis target itu bisa tercapai, karena pasar pembiayaan sangat luas. Saat ini, pelaku usaha kecil dan mikro yang tersentuh layanan perbankan baru sekitar 2%. Selain itu, ada rencana relaksasi pajak dari pemerintah bagi usaha kecil, sehingga usaha ini dapat terus tumbuh,” kata Ayu.
Ayu memperkirakan kredit korporasi tidak akan tumbuh seagresif KUR dan kredit usaha kecil, karena ada mekanisme pendanaan lain yang bisa digunakan oleh korporasi a.l. melalui penerbitan obligasi atau saham. (spr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar