Rabu, 05 Januari 2011

Kredit Perbankan Naik 21,86%

Kinerja 2010 , Kepemilikan Asing di SUN Bertambah
JAKARTA – Kredit perbankan bertambah sangat besar pada pekan terakhir di bulan Desember lalu, yaitu 20,01 triliun rupiah, sehingga total kredit mencapai 1.742,85 triliun rupiah. “Peningkatan tersebut bersumber dari naiknya kredit rupiah 13,95 triliun rupiah dan kredit valas 6,06 triliun rupiah,” kata Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah, di Jakarta, Selasa (4/1). Dengan demikian, lanjutnya, selama 2010 (year to date), kredit telah meningkat 312,65 triliun rupiah atau 21,86 persen dan secara yoy naik 334,89 triliun rupiah atau 23,79 persen.

Kredit rupiah hanya turun pada kelompok BPD sebesar 0,37 triliun rupiah, sedangkan pada empat kelompok bank lain swasta, persero, Kantor Cabang Bank Asing dan Campuran mengalami kenaikan tertinggi pada bank swasta sebesar 9,65 triliun rupiah. Kondisi yang sama terjadi pada kredit valas. Kelompok BPD turun 0,12 triliun rupiah, sedangkan empat kelompok bank lain meningkat, tertinggi pada kelompok bank swasta 4,15 triliun rupiah. Dalam denominasi valas, selama pekan terakhir Desember, kredit valas naik 0,79 miliar dollar AS, tertinggi terjadi pada kelompok bank swasta sebesar 0,50 miliar dollar AS.

Dengan kondisi di atas, pangsa kredit bank swasta terhadap total kedit perbankan merupakan yang tertinggi, yakni mencapai 43,93 persen diikuti oleh bank persero 35,67 persen, sedangkan yang terendah bank campuran 5,43 persen. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat lebih tinggi dari kredit, yakni 37,58 triliun rupiah menjadi 2.281,21 triliun rupiah. Peningkatan tersebut bersumber dari naiknya DPK rupiah 38,95 triliun rupiah, sedangkan DPK valas turun tipis 1,37 triliun rupiah.

Dengan perkembangan tersebut, secara ytd, DPK perbankan telah meningkat 310,76 triliun rupiah atau 15,77 persen atau secara yoy sebesar 359,71 triliun rupiah atau 18,72 persen. Peningkatan tersebut, antara lain, berasal dari dropping dana pemerintah pusat. Jika dilihat per komponen, giro turun tipis, yakni 0,45 triliun rupiah, sedangkan tabungan dan deposito masing-masing naik 27,86 triliun rupiah dan 10,17 triliun rupiah. Kenaikan tabungan dan deposito terkait dengan periode akhir tahun.

Masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya untuk berjaga-jaga kebutuhan di tahun 2011. Kenaikan DPK yang lebih tinggi dari kredit menyebabkan LDR turun tipis dari 76,79 persen menjadi 76,40 persen. Dana Asing BI juga mencatat penempatan dana asing pada seluruh aset keuangan domestik pada pekan terakhir Desember lalu mengalami kenaikan, didorong oleh peningkatan penilaian risiko asing setelah rilis indikator Amerika Serikat yang membaik dan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian domestik.

“Porsi kepemilikan asing pada akhir Desember di SUN naik dari 29,76 persen atau 194,83 triliun rupiah menjadi 29,93 persen atau 195,75 triliun rupiah, sedangkan di SBI naik dari 26,95 persen atau 53,92 triliun rupiah menjadi 27,45 persen atau 54,93 triliun rupiah,” jelas Difi . Dikatakannya, selama 2010, aliran dana asing mencapai 119,5 triliun rupiah. Aliran dana asing masuk di semua aset dengan peningkatan terbesar pada Surat Berharga Negara, yang didorong oleh optimisme pertumbuhan domestik, yield yang menarik, dan sentimen positif pasar global.

Membaiknya kondisi ekonomi global dan regional menjelang akhir tahun mendorong terjadinya inflow pada aset keuangan rupiah sebesar 3,39 triliun rupiah yang terdiri dari kenaikan penanaman pada SBI sebesar 1 triliun rupiah, SUN 1,04 triliun rupiah, dan net beli saham 1,35 triliun rupiah. Berdasarkan pangsa transaksi di pasar saham, dana asing mencapai 29,72 persen dari total transaksi saham dibanding pekan sebelumnya sebesar 43,08 persen.

Sampai 29 Desember 2010, kredit perbankan meningkat cukup signifikan, yakni 20,01 triliun rupiah, hingga menjadi 1.742,85 triliun rupiah. Peningkatan tersebut bersumber dari naiknya kredit rupiah 13,95 triliun rupiah dan kredit valas 6,06 triliun rupiah. Dengan demikian, selama 2010 (year to date), kredit telah meningkat 312,65 triliun rupiah.
Ant/E-8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar