Rabu, 01 Desember 2010

Krisis utang Eropa tekan harga saham

Oleh: Bloomberg
FRANKFURT: Sebagian besar saham Eropa melemah karena krisis utang di kawasan tersebut semakin parah dan sebuah laporan menunjukkan harga rumah AS naik meski di bawah perkiraan pada bulan September.


BNP Paribas SA memimpin penurunan saham di sektor perbankan dan telah mencapai penurunan hingga hari kedelapan akibat obligasi pemerintah Italia dan Spanyol anjlok. Nestle SA kehilangan 2,2% karena Credit Suisse Group AG memangkas peringkat sahamnya untuk pertama kali dalam hampir 6 tahun. Hochtief AG menguat 2% setelah Actividades de Construccion y Servicios SA memenangkan tawaran 2,7 miliar euro (US$3,5 miliar) untuk perusahaan konstruksi Jerman tersebut.

Indeks Stoxx Europe 600 berayun antara naik dan turun kemarin, dan ditutup melemah 0,1% menjadi 261,83 pada pukul 16:30 di London, dengan dua saham turun untuk setiap satu yang naik. Indeks ini sebelumnya tenggelam ke level terendah delapan pekan karena dana talangan untuk Irlandia gagal meyakinkan investor bahwa kawasan itu akan mengatasi krisis utang tak terbayar. Indeks ini anjlok 1,6% pada November, penurunan bulanan pertama sejak Agustus.

"Selama risiko utang di Eropa masih ada, pasar dapat turun lebih dalam," ujar Jens Finkbeiner, yang mengelola 150 juta euro di F+m Financial GmbH di Frankfurt. "Namun, saya manilai tidak ada koreksi lebih dari 3 hingga 4%. Bila situasi membaik di kawasan Eropa dan terutama Spanyol, tidak ada alasan untuk menjual saham. Saya perkirakan situasi ekonomi akan stabil di AS dan kita dapat melihat sedikit pertumbuhan di kawasan itu tahun depan."

Indeks S&P/Case-Shiller yang mencatat harga properti di 20 kota di AS meningkat 0,6% dari September 2009, kenaikan terkecil sejak Januari, terakhir kali harga turun selama setahun (year on year), menurut kelompok tersebut kemarin di New York. Para ekonom telah meramalkan kenaikan 1%, menurut median perkiraan dalam sebuah survei Bloomberg News.

Indeks nasional dalam 15 dari 18 bursa di kawasan Eropa melemah. Indeks Inggris FTSE 100 kehilangan 0,4%, sementara Indeks Jerman merosot 0,1% dan Indeks Prancis CAC 40 turun 0,7%.

BNP Paribas, bank terbesar Prancis, anjlok 3,4% menjadi 45,60 euro untuk penurunan terpanjang sejak Januari 2008. Dexia SA, pemberi pinjaman yang mendapat dana talangan 6 miliar euro selama krisis kredit, melemah 3,8% menjadi 2,82 euro. Societe Generale SA anjlok 3,6% menjadi 35,71 euro. ING Group NV, perusahaan layanan finansial terbesar Belanda, kehilangan 2,8% menjadi 6,80 euro. (t04/msw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar