SINGAPURA. Kontrak harga minyak mengalami penurunan dari posisi tertingginya dalam dua minggu terakhir. Salah satu pemicu utamanya adalah kecemasan kebijakan China yang bisa membuat permintaan minyak dari Negeri Panda itu akan melorot.
Kontrak harga minyak mengalami penurunan sebesar 0,8% seiring melorotnya bursa saham China. Sekadar informasi saja, kemerosotan bursa China terkait dengan beredarnya spekulasi kalau pemerintah China akan menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam pertumbuhan ekonomi. Penurunan harga minyak juga disebabkan oleh penguatan dolar yang membuat pesona minyak hitam ini memudar.
"China ingin mendinginkan lonjakan pasar saham untuk menekan laju inflasi," kata Ken Hasegawa, commodity derivatives sales manager Newedge, Tokyo. Dia menambahkan, pergerakan harga minyak sejalan dengan pergerakan pasar saham.
Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Januari turun 68 sen menjadi US$ 85,05 sebarel di NYMEX. Pada pukul 15.01 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 85,42 sebarel. Sepanjang bulan ini, harga minyak sudah naik 4,9% dan 7,6% sepanjang tahun ini.
Kemarin, harga minyak naik 2,4% ke posisi US$ 85,73, yang merupakan harga tertinggi sejak 11 November setelah data AS menunjukkan adanya kenaikan pembelian barang pada musim liburan Natal. Hal itu meningkatkan ekspektasi akan lonjakan permintaan minyak seiring pulihnya perekonomian.
Kontrak harga minyak mengalami penurunan sebesar 0,8% seiring melorotnya bursa saham China. Sekadar informasi saja, kemerosotan bursa China terkait dengan beredarnya spekulasi kalau pemerintah China akan menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam pertumbuhan ekonomi. Penurunan harga minyak juga disebabkan oleh penguatan dolar yang membuat pesona minyak hitam ini memudar.
"China ingin mendinginkan lonjakan pasar saham untuk menekan laju inflasi," kata Ken Hasegawa, commodity derivatives sales manager Newedge, Tokyo. Dia menambahkan, pergerakan harga minyak sejalan dengan pergerakan pasar saham.
Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Januari turun 68 sen menjadi US$ 85,05 sebarel di NYMEX. Pada pukul 15.01 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 85,42 sebarel. Sepanjang bulan ini, harga minyak sudah naik 4,9% dan 7,6% sepanjang tahun ini.
Kemarin, harga minyak naik 2,4% ke posisi US$ 85,73, yang merupakan harga tertinggi sejak 11 November setelah data AS menunjukkan adanya kenaikan pembelian barang pada musim liburan Natal. Hal itu meningkatkan ekspektasi akan lonjakan permintaan minyak seiring pulihnya perekonomian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar