NEW YORK: Harga saham AS naik, mengakhiri penurunan dua hari untuk Indeks Standard & Poor 500, akibat tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak Juli 2008, kepercayaan konsumen melampaui perkiraaan dan Tiffany & Co melebihi target laba.
Saham Monster Worldwide Inc, perusahaan perekrutan pegawai secara online, bereli 9,6% karena jumlah pengajuan untuk tunjangan pengangguran jatuh lebih dari yang diperkirakan. Saham Tiffany, peritel perhiasan mewah terbesar kedua, meningkat 5,3% mencapai titik tertinggi.
Saham Amazon.com Inc melompat 5,4% karena Citigroup Inc mengatakan perusahaan itu mendapat keuntungan dengan pertumbuhan penjualan secara online. Saham Oracle Corp naik 2% setelah juri mengatakan SAP AG harus membayar perusahaan software tersebut sebesar US$1,3 miliar karena pelanggaran hak cipta.
Indeks S&P 500 menguat 1,5% menjadi 1.198,35 pada pukul 16:00 waktu New york. Indeks ini turun pada Selasa bahkan setelah pemerintah melaporkan produk domestik bruto kuartal ketiga meningkat lebih cepat dari perkiraan para ekonom. Indeks Dow jones Industrial Average naik 150,91 poin atau 1,4% menjadi 11.187,28 kemarin.
“Kita sudah melihat kejutan ekonomi yang positif,” ujar Michael Mullaney, yang ikut mengelola US$9,5 miliar di Fiduciary Trust Co di Boston. “Tingkat pengangguran lebih baik daripada yang diperkirakan. Tidak ada risiko resesi kedua yang lebih parah. Kita melihat indeks terkerek kembali setelah kondisi overbought. Saya melihat bursa saham yang lebih kuat hingga akhir tahun.”
Indeks S&P 500 sudah turun 2,2% sejak mencapai titik tertinggi tahun ini di level 1.225,85 pada 5 November di tengah kekhawatiran krisis utang Eropa dan spekulasi China akan meningkatkan suku bunga.
Indeks ini menguat 17% dari titik terendah 2010 pada 2 Juli akibat Federal Reserve menyiapkan pembelian aset dan lebih dari 70% perusahaan dalam indeks S&P 500 melempaui rata-rata perkiraan laba analis untuk enam kuartal berturut-turut.
Saham Tiffany melonjak 5,3% menjadi US$61,33, rekor tertinggi yang dicapai saham ini. Peritel perhiasan mewah ini menaikkan target laba setahun penuh setelah melaporkan peningkatan laba sebesar 27%, yang dipicu oleh pembukaan toko baru dan penjualan tas tangan. Indeks peritel dalam S&P 500 memimpin di antara 24 industri, dengan menguat sebesar 2,6%, sebelum musim belanja liburan dimulai. (ln)
Saham Monster Worldwide Inc, perusahaan perekrutan pegawai secara online, bereli 9,6% karena jumlah pengajuan untuk tunjangan pengangguran jatuh lebih dari yang diperkirakan. Saham Tiffany, peritel perhiasan mewah terbesar kedua, meningkat 5,3% mencapai titik tertinggi.
Saham Amazon.com Inc melompat 5,4% karena Citigroup Inc mengatakan perusahaan itu mendapat keuntungan dengan pertumbuhan penjualan secara online. Saham Oracle Corp naik 2% setelah juri mengatakan SAP AG harus membayar perusahaan software tersebut sebesar US$1,3 miliar karena pelanggaran hak cipta.
Indeks S&P 500 menguat 1,5% menjadi 1.198,35 pada pukul 16:00 waktu New york. Indeks ini turun pada Selasa bahkan setelah pemerintah melaporkan produk domestik bruto kuartal ketiga meningkat lebih cepat dari perkiraan para ekonom. Indeks Dow jones Industrial Average naik 150,91 poin atau 1,4% menjadi 11.187,28 kemarin.
“Kita sudah melihat kejutan ekonomi yang positif,” ujar Michael Mullaney, yang ikut mengelola US$9,5 miliar di Fiduciary Trust Co di Boston. “Tingkat pengangguran lebih baik daripada yang diperkirakan. Tidak ada risiko resesi kedua yang lebih parah. Kita melihat indeks terkerek kembali setelah kondisi overbought. Saya melihat bursa saham yang lebih kuat hingga akhir tahun.”
Indeks S&P 500 sudah turun 2,2% sejak mencapai titik tertinggi tahun ini di level 1.225,85 pada 5 November di tengah kekhawatiran krisis utang Eropa dan spekulasi China akan meningkatkan suku bunga.
Indeks ini menguat 17% dari titik terendah 2010 pada 2 Juli akibat Federal Reserve menyiapkan pembelian aset dan lebih dari 70% perusahaan dalam indeks S&P 500 melempaui rata-rata perkiraan laba analis untuk enam kuartal berturut-turut.
Saham Tiffany melonjak 5,3% menjadi US$61,33, rekor tertinggi yang dicapai saham ini. Peritel perhiasan mewah ini menaikkan target laba setahun penuh setelah melaporkan peningkatan laba sebesar 27%, yang dipicu oleh pembukaan toko baru dan penjualan tas tangan. Indeks peritel dalam S&P 500 memimpin di antara 24 industri, dengan menguat sebesar 2,6%, sebelum musim belanja liburan dimulai. (ln)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar