JAKARTA: Investasi dari China di Indonesia meningkat lebih dari 50% pada 2010 dibandingkan dengan tahun lalu karena iklim investasi Indonesia yang semakin baik.
Menurut Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue, tren peningkatan investasi dari China masih akan terus berlangsung, karena semakin banyak perusahaan China yang semakin tertarik dengan pasar Indonesia.
“Saat ini kurang lebih sudah ada 700 perusahaan China yang berinvestasi di Indonesia dan trendnya jumlah ini akan terus bertambah,” ujarnya pada Bisnis dalam acara Working Lunch antara Indonesia-China siang ini.
Dia mengatakan, saat ini China ingin turut ambil bagian dalam pengembangan bisnis infrastruktur Indonesia seiring dengan fokus pemerintah Indonesia di bidang tersebut. Menurutnya, Indonesia selama ini telah menjadi partner yang baik bagi China dan karenanya prioritas Indonesia adalah prioritas China.
“Sebelumnya sudah ada perusahaan konstruksi infrastruktur China di Indonesia, seperti China Harbour, China Railroad, dan Bridge and Road Company yang turut ambil bagian dalam pembangunan Jembaratan Suramadu,” jelasnya.
Namun demikian, Qiyue mengatakan investasi China masih terkendala dengan kebijakan dan regulasi Indonesia yang tidak konsisten. Menurutnya, dengan kebijakan yang konsisten dari pemerintah Indonesia, para pengusaha China akan lebih mudah berinvestasi dalam jangka panjang.
“Tapi kami melihat pemerintah Indonesia sudah berupaya keras untuk membenahi masalah kebijakan dan regulasi ini,” tuturnya. (faa)
Menurut Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue, tren peningkatan investasi dari China masih akan terus berlangsung, karena semakin banyak perusahaan China yang semakin tertarik dengan pasar Indonesia.
“Saat ini kurang lebih sudah ada 700 perusahaan China yang berinvestasi di Indonesia dan trendnya jumlah ini akan terus bertambah,” ujarnya pada Bisnis dalam acara Working Lunch antara Indonesia-China siang ini.
Dia mengatakan, saat ini China ingin turut ambil bagian dalam pengembangan bisnis infrastruktur Indonesia seiring dengan fokus pemerintah Indonesia di bidang tersebut. Menurutnya, Indonesia selama ini telah menjadi partner yang baik bagi China dan karenanya prioritas Indonesia adalah prioritas China.
“Sebelumnya sudah ada perusahaan konstruksi infrastruktur China di Indonesia, seperti China Harbour, China Railroad, dan Bridge and Road Company yang turut ambil bagian dalam pembangunan Jembaratan Suramadu,” jelasnya.
Namun demikian, Qiyue mengatakan investasi China masih terkendala dengan kebijakan dan regulasi Indonesia yang tidak konsisten. Menurutnya, dengan kebijakan yang konsisten dari pemerintah Indonesia, para pengusaha China akan lebih mudah berinvestasi dalam jangka panjang.
“Tapi kami melihat pemerintah Indonesia sudah berupaya keras untuk membenahi masalah kebijakan dan regulasi ini,” tuturnya. (faa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar