Selasa, 12 Oktober 2010

Transaksi kartu kredit menurun

Oleh: Anggi Oktarinda&Dewi Mayestika
JAKARTA: Bank sentral mencatat pertumbuhan negatif transaksi kartu kredit sebesar -2,1% secara year on year.


Data Bank Indonesia mengungkap transaksi kartu kredit per Agustus tahun ini mencapai Rp32,1 triliun, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp32,8 triliun.

Menanggapi data tersebut, general manager kartu kredit PT Bank Central Asia Tbk, Santoso mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi oleh tren nasabah yang memiliki lebih dari dua kartu kredit.

"Perilaku tersebut mendorong nasabah menutup kartu kredit untuk efisiensi," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Kendati demikian, Santoso mengaku pertumbuhan kartu kredit perseroan masih positif yakni tumbuh 30% dibandingkan tahun lalu.

“Jika dilihat berdasarkan volume memang menurun karena persaingan kartu kredit ketat. Tapi kalau berdasarkan transaksi meningkat terus,” ujarnya.

Dia optimis transaksi kartu kredit hingga akhir tahun ini akan mencapai Rp5 triliun mengingat outstanding hingga awal Oktober sudah Rp4,8 triliun.

Sementara ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto mengatakan saat ini bisnis kartu kredit sedang memasuki masa konsolidasi sehingga menyebabkan pertumbuhan kartu kredit yang lambat bahkan cenderung minus.

“Bisa di bilang saat ini kartu kredit memasuki era yang sangat optimum. Umumnya nasabah memiliki lebih dari satu kepemilikan kartu kredit dan tingkat utilisasi atau penggunaan mentok," katanya, hari ini.

Di sisi lain, tambahnya, saat ini industri perbankan mulai menggenjot penawaran fasilitas kredit tanpa agunan (KTA) sehingga memakan kue pasar kartu kredit.

“Logikanya, kalau nasabah sudah menggunakan KTA, untuk apa lagi dia menggunakan kartu kredit. Keduanya sama-sama tergolong consumer loan dan bersifat compliment atau saling melengkapi,” ujarnya.

Namun Ryan menilai lambatnya pertumbuhan kartu kredit saat ini hanya bersifat sementara. Jika kondisi perekonomian tumbuh pesat, katanya, maka jumlah dan volume penggunaan kartu kredit akan kembali tumbuh pesat. (yus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar