JAKARTA: Pemerintah akan memprioritaskan isu ketersambungan Asean pada KTT Asean 2010 di Vietnam dengan kerangka memantapkan desain transportasi feri dan membatasi kebijakan udara terbuka hanya di bandara di Indonesia.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemantapan desain transportasi laut itu sangat penting karena Indonesia merupakan negara maritim yang punya potensi besar untuk itu dan juga berkepentingan dengan implementasi akses terbuka bandara sebagai negara dengan bandara terbanyak di kawasan tersebut.
"Sementara ini, kita hanya menawarkan kalau tidak salah ada enam bandara saja. Namun, intinya apa yang sudah menjadi kesepakatan ya kita sepakati. Kita juga harus mementingkan kepentingan nasional kita. Jadi tidak semuanya tiba-tiba harus menjadi liberal di tempat kita ini. Saya contohkan di Indonesia itu ada berapa puluh bandara. Ini akan berbeda dibandingkan dengan Singapura yang cuma punya satu bandara," katanya di Istana Presiden, hari ini.
Terkait dengan KTT Asean itu, Hatta menjelaskan tidak hanya mempersoalkan masalah transportasi, tetapi juga integrasi ekonomi secara keseluruhan.
Dalam hal ini, paparnya, delegasi Indonesia yang akan dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan berangkat pada 25 Oktober menuju Hanoi untuk melakukan pembahasan bersama dengan pemimpin negara anggota Asean lainnya.
"Ada hal yang penting mengenai Asean Economic Community. Di situ akan dilaporkan kemajuan oleh tiap-tiap anggota terkait dengan perkembangan integrasi ekonomi. Nanti akan dilihat, apa saja yang masih menjadi hambatan."
Hatta mengharapkan KTT di Vietnam bisa mencapai hasil yang lebih maju untuk memulai integrasi dan konektivitas pasar Asean agar bisa menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan di kancah perekonomian dunia.(jha)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar