Senin, 18 Oktober 2010

Perbankan syariah genjot porsi dana murah

Oleh: Anggi Oktarinda&Dewi Mayestika
JAKARTA: Perbankan syariah di Tanah Air bertekad meningkatkan porsi dana murah untuk menjaga kestabilan usaha pada beberapa tahun ke depan.


Direktur Bisnis PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Bambang Widjarnako mengatakan pihaknya akan meningkatkan porsi dana murah dari saat ini 50% menjadi 60% dalam beberapa kurun waktu ke depan.

Saat ini, komposisi dana murah berbanding dana mahal perseroan mencapai 50:50. Ke depan komposisi tersebut akan diarahkan ke angka 60:40.

"Idealnya memang dana murah lebih banyak dibandingkan dana mahal. Selain penyaluran kredit akan lebih terjaga, hal itu juga akan lebih menguntungkan bank karena biaya bank tidak terlalu besar,: katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia mengemukakan karakteristik dana murah berupa tabungan yang berasal dari lebih banyak nasabah akan cenderung lebih stabil sehingga lebih aman bagi bisnis perusahaan. Hanya saja bank harus meningkatkan fee tabungan untuk mendapatkan dana murah.

"Tetapi kami memilih melakukan itu karena dana murah cenderung lebih stabil dibandingkan dana mahal. Nasabah dana mahal sangat rentan memindahkan dananya dibandingkan nasabah dana murah," ujarnya.

Langkah serupa diisyaratkan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Menurut dirut Bank Mualamat Indonesia Tbk Arviyan Arifin, pihaknya juga akan menambah porsi dana murah dalam bentuk tabungan dan giro."Kira-kira akan berada di level 55%," katanya. (yus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar