Minggu, 17 Oktober 2010

ISEI: Sektor UMKM Indonesia karut marut

Oleh: Ashari Purwo
SURABAYA: Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menilai arsitektur usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia masih karut marut karena belum ada konsep tentang target kesuksesan.

Ketua ISEI Cabang Surabaya Muljanto mengatakan sampai saat ini pihaknya mencatat kinerja UMKM yang mempekerjakan total 4,8 juta orang masih masih di bawah standar.

"Berdasar data yang didapat ISEI hanya 30% UMKM yang memiliki visi dan misi kuat sehingga dapat meraih sukses dengan capaian terstandar," katanya disela-sela peluncuran buku Panduan Pemberdayaan UMKM di Surabaya, hari ini.

Menurut Muljanto, salah satu penyebab belum optimalnya kinerja UMKM yakni belum adanya target capaian yang jelas dari pemerintah terkait kinerja dan laba sektor usaha.

Dia mengungkapkan kinerja pemerintah mendukung UMKM sangat minim hanya terbatas modal dan dukungan pemasaran.

Selain itu, lanjut dia, penyuluhan yang dibuat untuk menyokong sektor UMKM hanya terbatas di seminar belum kepada implementasi di lapangan.

Padahal, tambah Muljanto, sektor UMKM di Indonesia masih mempunyai masalah pelik yang belum terselesaikan.

Seharusnya, tegas dia, peningkatan strata kualitas harus dapat terukur untuk menyesuaikan pendapatan yang tentunya akan berimbas kepada laba.

"Hingga saat ini, target kesuksesan dari UMKM di seluruh Indonesia belum bisa diukur," ucap Muljanto.

Program pembinaan pemerintah, lanjut Muljanto, harus diubah menyesuaikan perkembangan zaman dan tuntutan masing-masing sektor UMKM.

Perubahan itu juga menyangkut pemberdayaan UMKM yang sudah terbentuk dan jenis usaha lain yang belum tersentuh.

"Penataan ulang pada pola pengembangan sektor UMKM perlu segera diwujudkan. Orientasi program pemberdayaan pun sangat penting mendasari lini sektor yang sangat responsif ini," ungkap Muljanto.

Dia melanjutkan sektor UMKM memiliki posisi yang cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

Di Jatim, total tenaga kerja yang terserap dalam UKM mencapai 4,2 juta orang dengan 3,2 juta orang di sektor informal.

"Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM," kata Muljanto. (hwi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar