Kamis, 14 Oktober 2010

Ekonomi Asia Tumbuh Lebih Tinggi

JAKARTA (SINDO) – Pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asia pada tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan negara- negara di kawasan Amerika atau Eropa.Namun,pada 2011 perekonomian mengalami perlambatan dibandingkan tahun ini.

Kepala Riset Pasar Keuangan Rabobank Adrian Foster mengatakan, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi relatif lebih menguntungkan di negara-negara kawasan Asia, termasuk Indonesia. Bahkan, dia berani menyebutkan bahwa Indonesia dan negara Asia lainnya sebagai pembaru dalam ekonomi global. ”Kekuatan ekonomi Asia akan terus berlanjut dan saya pikir Anda juga telah melihat ini sebagai pembaruan untuk mengejar ketertinggalan,” ungkap Adrian dalam ”Outlook Economy Indonesia 2011” di Jakarta kemarin. Adrian mengatakan, optimisme tersebut juga ditunjukkan oleh dua lembaga pemeringkat internasional yakni Moody’s dan Standard and Poor (S&P).

Namun, penilaian kedua lembaga tersebut terhadap kondisi ekonomi Indonesia dan negara Asia, lebih pesimistis dibanding penilaian lembaga pemeringkat lainnya yakni Fitch. Menurutnya,lembaga-lembaga pemeringkat internasional tersebut tidak akan memperbarui penilaian dalam waktu dekat.Sebab, kondisi ekonomi global tidak akan banyak terjadi perubahan. ”Saya percaya kondisi global akan mengalami pemulihan dan dampak potensialnya bisa ke Indonesia,” imbuhnya. Dia menjelaskan, ancaman resesi Amerika Serikat tidak perlu dikhawatirkan.Sebab,risikonya tidak akan memengaruhi pasar keuangan dan sistem keuangan global.

Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Kementerian PPN/Bappenas Bambang Prijambodo menuturkan, belum stabilnya perekonomian Amerika dan Eropa,justru menguntungkan negara-negara di kawasan Asia. Dia memprediksi, kekuatan ekonomi Asia akan semakin besar. (wisnoe moerti)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar