Selasa, 12 Oktober 2010

Dolar naik dari terendah 15 tahun atas yen

Oleh: Bloomberg
SYDNEY: Dolar menguat kembali dari titik terendah 15 tahun terhadap yen sebelum Federal Reserve mengeluarkan hasil rapat mengenai kebijakan pada tanggal 21 September, ketika bank sentral AS itu mengatakan akan melonggarkan kebijakan moneter.


Mata uang Selandia Baru melemah terhadap 16 mata uang lain yang paling banyak diperdagangkan setelah Gubernur Bank Sentral Australia Alan Bollard mengatakan pemulihan ekonomi nasional terbukti lambat dan lemah.

Nilai tukar euro kemarin mengalami penurunan terendah dalam sepekan terhadap dolar setelah anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa Guy Quaden mengatakan bahwa “pergerakan brutal” mata uang harus dihindari dan memberi sinyal bank tersebut siap menahan suku bunga acuan di titik terendah saat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut melambat.

“Risikonya adalah dolar menguat kembali jika hasil rapat FOMC [Komite Pasar Terbuka Federal] justru mengecewakan pasar,” ujar Richard Grace, chief currency strategist di Sydney di Commonwealth Bank of Australia, bank pemberi pinjaman terbesar di Australia. “Sejumlah gubernur the Fed mempertanyakan pelonggaran kuantitatif dan pasti ada debat dalam rapat tersebut.”

Dolar diperdagangkan pada 82,12 yen pada pukul 8:09 pagi di Tokyo dari 82,07 yen kemarin, ketika menyentuh 81,39 yen, level terendah sejak April 1995. Mata uang AS ini setara dengan US$1,3871 per euro setelah naik 0,5% kemarin menjadi US$1,3876. Euro menguat menjadi 113,90 yen dari 113,89.

Kemarin dolar menghapus penurunan 2,5% bulan lalu terhadap yen setelah indeks kekuatan relatif 14 hari untuk kedua mata uang itu berada di sekitar 30, sebuah batas yang dianggap oleh para pelaku pasar sebagai tanda bahwa aset akan membalikkan arah pergerakan. (t04/ln)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar