Kamis, 14 Oktober 2010

17 BUMN Antri Direstrukturisasi PPA

SEKRETARIS Perusahaan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA) Renny Rorong mengatakan, sejumlah 17 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengantri untuk program restrukturisasi oleh PPA pada tahun 2011. "Untuk tahun depan, yang sudah mendaftar (untuk direstrukturisasi) ada 17 perusahaan," kata Renny, ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (13/10).Ԭ

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagian dari BUMN tersebut merupakan 'pasien' lama PPA. Antara lain, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PT Industri Gelas (Iglas), PT Industri Kapal Indonesia (IKI), PT PAL Indonesia.
Ditambahkannya, penyehatan sejumlah perusahaan BUMN tersebut bergantung pada kerja sama dengan manajemen masing-masing perusahaan. Sebab, PPA harus menyelesaikan masalah utang-utang BUMN sakit tersebut.Ԭ "PPA harus menyelesaikan masalah utang-utang mereka (BUMN) yang sudah bertahun-tahun. Misalnya, kami kasih Rp300 miliar, itu belum tentu cukup," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta BUMN yang sudah mendaftarkan diri untuk disehatkan tersebut segera menyerahkan rencana bisnisnya ke PPA.Ԭ Untuk menyehatkan ke-17 BUMN tersebut, ujar Renny, pihaknya akan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp2 triliun. Dikatakannya, untuk tahun 2009, dana yang sudah tersalurkan sekitar Rp2,5 triliun.
Sedangkan untuk tahun depan bisa bertambah Rp2 triliun.Ԭ Dia mengklaim, hasil dari restrukturisasi BUMN oleh PPA telah menunjukkan hasil positif. Misalnya saja, Waskita Karya yang saat ini sudah menunjukkan kinerja yang positif, serta Merpati yang mulai meraup laba.Ԭ "Semua tergantung business plan. Semakin cepat diserahkan kepada kami, maka semakin cepat penyelesaian (restrukturisasi)-nya," ujar dia.Ԭ
Seperti diberitakan, Pemerintah berencana mengucurkan tambahan penyertaan modal negara sebesar Rp2 triliun kepada PT Perusahaan Pengelola Aset untuk menutup kekurangan dana bagi pelaksanaan programԬrestrukturisasi dan revitalisasi pada 2011. Hal ini menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar beberapa waktu lalu, dilakukan untuk memperkuat PPA.
Usul penambahan modal untuk PPA ini, menurutnya telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan.ԬԬHingga saat ini, menurut Mustafa, PPA membutuhkan dana sekitar Rp3,2 triliun untuk menyehatkan kinerja keuangan sebanyak 17 BUMN. Adapun, dana yang sudah diperoleh PPA hingga akhir 2009 mencapai Rp2,5 triliun. Dana sejumlah itu tidak mencukupi untuk merestrukturisasi BUMN yang menjadi 'pasien' PPA.
Dari Rp3,206 triliun kebutuhan dana restrukturisasi dan revitalisasi sampai dengan 2010, yang diperuntukkan kepada Merpati Nusantara Airlines sebesar Rp610 miliar, PT Pal Indonesia Rp432 miliar, PT Industri Gelas Rp407 miliar. Kemudian, Waskita Karya Rp475 miliar, Djakarta Lloyd Rp90 miliar, Hotel Indonesia Natour Rp300 miliar, Kertas Kraft Aceh Rp250 miliar, PP Berdikari Rp90 miliar. Selanjutnya Primissima Rp22 miliar, Industri Kapal Indonesia Rp250 miliar, Varuna Tirta Prakasya Rp80 miliar, Industri Sandang Nusantara Rp100 miliar, dan Balai Pustaka Rp100 miliar. Widysari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar