Sabtu, 18 September 2010

Tol Semarang-Solo Dikerjakan Dua Arah

SEMARANG (SINDO) – Pemerintah pusat merestui pelaksanaan proyek tol Semarang–Solo dilakukan melalui dua arah. Satu arah dari Semarang dan satu arah lainnya dari Solo.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan,dengan pekerjaan proyek dua arah, maka bisa mempercepat target penyelesaian jalur bebas hambatan sepanjang 75,6 km tersebut. “Jika tidak dikerjakan dari dua arah,jalan tol ini tidak akan selesai dibangun pada tahun 2012 mendatang,” ungkapnya,kemarin.Menurut Bibit, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maupun PT Jasa Marga terkait pelaksanaan pembangunan dari dua arah itu.

“Mereka sudah sepakat,termasukmendukungdalamhalpenyediaan dana untuk pembebasan lahan,” ungkapnya.Bibit menjelaskan,saat ini proyek konstruksi dari arah Semarang sudah berjalan, yakni untuk jalur Semarang–Ungaran. Dengan adanya konsep dua arah tersebut, saat ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk pekerjaan dari arah Solo menuju Boyolali. Khusus pembebasan lahan dari arah Solo, Bibit mengatakan, pada hakikatnya telah ditentukan dan dana sudah siap.Atas dasar itu,dia berharap masyarakat pemilik lahan tidak gegabah.Mereka diminta melakukan negosiasi harga dengan pemerintah.

“Masyarakat tidak usah pakai broker, nanti malah muncul masalah,”katanya. Untuk penyelesaian proyek konstruksi jalur Semarang–Ungaran, Bibit enggan memastikan kapan akan diselesaikan. Sebab, dengan kondisi cuaca seperti saat ini, di mana hujan terus turun, sulit untuk memprediksi waktu penyelesaiannya. Dia menegaskan pelaksana proyek tetap berusaha untuk menyelesaikan jalur itu secepat mungkin. Bibit memaparkan, hujan yang terus turun belakangan ini menjadi gangguan serius proyek tol Semarang– Ungaran. Sebab, jika hujan turun, sejumlah kendaraan pengangkut tidak bisa melintas karena kondisi area proyek licin.“Namun, untuk berbagai pekerjaan berskala berat di rute ini telah terselesaikan, seperti penyambungan sejumlah jembatan,”ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Sri Praptono berharap upaya pembebasan lahan untuk proyek tol Semarang–Solo tersebut benar-benar dilakukan secara maksimal.“Kami juga berharap, munculnya sejumlah spekulan dalam pengadaan lahan itu dapat diminimalisasi,”katanya. Menurut Sri, keterlambatan proyek jalan tol faktor utamanya adalah lambannya pembebasan lahan.Padahal,jika satu pekerjaan terlambat, juga akan berdampak pada keterlambatan pekerjaan yang lain.

“Jika lahan belum siap, tentunya tidak bisa segera dilelang maupun dimulai proyek konstruksi dari tol tersebut,”katanya. (muh slamet/mg03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar