Sabtu, 18 September 2010

IMF Peringatkan RI untuk Perangi Korupsi

JAKARTA (SINDO) – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperingatkan Indonesia untuk memerangi korupsi jika ingin menjadikan perekonomiannya sebagai yang terbaik di dunia.

Dalam laporan terbaru yang dirilis kemarin, IMF menyatakan bahwa Indonesia yang pada 2009 lalu mencatatkan pertumbuhan ekonomi 4,5% atau tercepat ketiga di antara negara G-20 diprediksi terus berakselerasi pada tahuntahun berikutnya. Akan tetapi, IMF menyatakan, investor asing yang akan melakukan ekspansi di Indonesia masih berhati-hati karena maraknya korupsi. Selain itu,menurut lembaga keuangan internasional itu, Indonesia juga perlu memperbaiki hukum yang berlaku. “Keputusan dan respons yang baik dalam satu dekade terakhir dalam kebijakan dan reformasi struktural telah menolong Indonesia pulih cepat dari krisis 2008 lalu,”tulis laporan IMF.

IMF menambahkan, isu-isu lemahnya penegakan supremasi hukum, transparansi, dan persepsi mengenai pasar harus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia dalam mengatasi kelemahankelemahan ini yang selama ini terjadi. IMF berpandangan, Indonesia memiliki prestasi luar biasa selama dekade terakhir karena berhasil mengubah perekonomian dan pemerintahan dari era Suharto yang otoriter menjadi lebih demokratis sehingga keluar dari krisis 1998. Saat itu, Indonesia terpaksa menerima bailout senilai USD43 miliar dari IMF.Namun lima tahun kemudian, tepatnya pada 2003, kita berhasil melepaskan diri dari pengawasan lembaga yang berbasis di Washington itu.

“Tapi Indonesia masih menghadapi tantangan untuk menjaga stabilitas keuangan dan mengembangkan sistem keuangan, terutama di bidang-bidang seperti pengawasan dan pengembangan sektor nonbank,”ujar IMF. Kepala Misi Pendanaan IMF untuk Indonesia Thomas Rumbaugh mengatakan, para pelaku pasar melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi besar didukung oleh basis konsumen yang besar dan kaya akan sumber daya alam. Menurutnya, perang terhadap korupsi adalah tujuan besar Pemerintah Indonesia dengan harapan bisa mengurangi hambatan investasi. Dia mengaku, baru-baru ini pihaknya telah melihat beberapa perusahaan multinasional yang tertarik pindah ke Indonesia.

“Namun, investor akan melihat terlebih dahulu secara dekat apa yang terjadi di sini,”kata Rumbaugh. Di bagian lain, IMF menyatakan krisis ekonomi global menjadikan momentum yang tepat bagi program Millennium Development Goals (MGDs). Menurut IMF, sangat penting diingat bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan mendukung pemulihan. “Semuanya akan bergantung pada keseimbangan dan keberlanjutan pertumbuhan,” ujar Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn seperti dikutip situs resmi IMF di Washington Kamis (16/9).

Dia menambahkan, negara-negara berkembang dan negara maju perlu berperan dalam upaya menyeimbangkan perekonomian sehingga bisa mendukung tujuan mencapai MGDs. (AFP/yanto kusdiantono)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar