Sabtu, 18 September 2010

Tiga Bank BUMN Siap Biayai Ngurah Rai

JAKARTA (SINDO) – Tiga bank milik pemerintah siap mendanai proyek perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang membutuhkan dana hingga Rp1,94 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan, ketiga bank yang siap mendanai proyek di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) I tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). “Kendati demikian, kami masih membuka peluang kepada bank lain untuk masuk,” kata dia di Jakarta kemarin. Dari total kebutuhan investasi Rp1,94 triliun, sebesar Rp1,25 triliun berasal dari perbankan maupun pendanaan lain, sedangkan sisanya senilai Rp694 miliar berasal dari internal AP I. “Dana eksternal dari bank BUMN, kemudian PIP (Pusat Investasi Pemerintah) juga ada minat untuk membiayai.

Lalu, ada dari China yang semuanya akan kita jajaki,”tutur Mustafa. Dia menjelaskan, AP I akan memulai proyek perluasan bandara internasional di Bali tersebut mulai bulan depan sehingga diharapkan bisa rampung pada September 2013. Adapun dana investasi yang dibutuhkan untuk proyek tersebut mengalami penurunan dari Rp2,3 triliun menjadi Rp1,94 triliun. Menurutnya, penurunan tersebut karena ada pengurangan sejumlah komponen biaya,meski ada juga komponen yang bertambah.

Asisten Deputi Bidang Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN Pontas Tambunan mengatakan, dari nilai investasi sebesar Rp1,94 triliun tersebut,mayoritas dialokasikan untuk investasi terminal domestik maupun internasional sebesar Rp1 triliun. “Karena untuk terminal domestik akan kita ganti dengan terminal internasional dan terminal internasional akan kita buat lebih baru dengan kapasitas yang lebih besar,”ungkap dia. (jerna)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar