JAKARTA (SINDO) – Rendahnya penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian yang hanya mampu menyentuh angka 13,5% atau setara dengan Rp3,5 triliun menjadi catatan tersendiri bagi pemerintahuntukmempercepatpenyerapannya hingga akhir tahun.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menuturkan, secara tidak langsung, rendahnya penyerapan KUR bagi sektor pertanian memperlambat upaya pemerintah menekan angka kemiskinan. “Jika bicara kemiskinan, kantong-kantong kemiskinan kebanyakan di daerah pedesaan yang masyarakatnya lebih banyak bergerak di sektor pertanian,” ungkap Armida di Jakarta akhir pekan lalu.
Menurut dia, membidik peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui sektor pertanian merupakan salah satu kunci menekan angka kemiskinan. Mengoptimalkan alokasi penyerapan KUR sebagai program andalan pemerintah yang masuk dalam kluster ketiga dari pengentasan kemiskinan diyakini mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat miskin.
Dia mengatakan, KUR tidak sekadar memberikan kredit semata bagi masyarakat miskin,tapi juga memiliki misi lain, khususnya mengembangkan sektor-sektor hulu seperti pertanian dan perikanan yang banyak terdapat di pedesaan. “KUR itu supaya yang awalnya mikro bisa naik menjadi kecil dan menengah. Untuk mengentaskan kemiskinan di situ kuncinya,”kata Armida.
Dia mengatakan, dengan evaluasi penyerapan KUR yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu, perlu dicari strategi untuk mengembangkan sektor pertanian agar tidak semata-mata hanya berfokus di sektor tanaman pangan. Pemerintah mulai memikirkan pengembangan industri yang berbasis pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.
Menurut Armida, persoalan lain yang muncul dari sektor pertanian adalah pendapatan masyarakat yang kecil dengan luas lahan yang juga terbatas.“Permasalahan lain, kalau harga hasil pertanian naik,belum tentu petani juga merasakan atau mendapat manfaatnya. Memang harus dikembangkan agar ada nilai tambahnya,”katanya.
Dia berharap, jika penyaluran KUR bisa dioptimalkan, dampaknya akan positif pada pengentasan kemiskinan.“Dalam RPJMN dan dimantapkan dalam asumsi makro di RAPBN 2011, target kita jelas tahun ini antara 11,5-12,5% angka kemiskinan. Ini yang menjadi dasar,” imbuhnya. Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Suswono juga menegaskan, untuk sektor pertanian,daya serap KUR masih sangat rendah.
Padahal sebagai negara agraris yang berbasis pertanian, KUR di sektor pertanian seharusnya lebih maju. “Target kita bisa terserap 25%.Namun, sampai saat ini baru terserap 13,5% atau baru ter-salurkan Rp3,5 triliun,”ujar Suswono. Masalah yang dihadapi Kementerian Pertanian, kata Suswono, hampir sama dengan yang dihadapi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yaitu tidak ada perbankan yang mau menjamin dan memberikan kredit kepada petani.“
Dengan MoU yang sudah disepakati dengan perbankan kita berharap KUR akan lebih mudah didapat petani,”katanya. Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad mengakui, dana KUR secara keseluruhan sangat besar. Namun untuk KKP, KUR yang terserap baru mencapai 2,4% dari Rp1,5 triliun. (wisnoe moerti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar