Kenaikan rupiah yang relatif kecil, karena Bank sentral Jepang melakukan intervensi untuk menahan kenaikan yen yang mendorong dolar menguat.
Jakarta--Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis, 16 September 2010, pagi naik tipis tujuh poin menjadi Rp8.978-Rp8.988 per dolar dari sebelumnya Rp8.985-Rp8.995, karena pelaku pasar cenderung membeli rupiah.
Kepala Divisi Keuangan Suriyanto Chang di Jakarta, pada 16 September 2010, seperti dilaporkan Antaranews.com, mengatakan, kenaikan rupiah relatif kecil, karena pelaku masih belum aktif bermain di pasar.
"Pasar diperkirakan akan lebih aktif pada pekan depan, karena para pelaku pasar sudah kembali dari liburan panjang Idul Fitri," katanya.
Rupiah, menurut dia, masih akan berkisar dalam kisaran ketat antara Rp8.970-Rp9.000 per dolar, karena Bank Indonesia (BI) masih melakukan intervensi.
"BI masuk pasar untuk menahan pergerakan rupiah yang cenderung menguat," tegasnya.
Menguat rupiah, lanjut dia, karena aliran dana asing yang masuk ke pasar masih cukup kuat, bahkan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tajam hingga menembus angka 3.300 poin.
"Namun, indeks Bursa Efek Indonesia pada Kamis pagi terkoreksi, karena aksi profittaking taking (ambil untung)," katanya.
Kenaikan rupiah yang relatif kecil, menurut dia, karena Bank sentral Jepang (Boj) melakukan intervensi pasar untuk menahan kenaikan yen yang mendorong dolar menguat. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar