JAKARTA(SINDO) — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) siap menerbitkan reksa dana berbasis usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM).Namun, perseroan masih terbentur belum adanya peraturan mengenai produk tersebut.
“Kalau aturannya terbit,kita akan keluarkan reksa dana berbasis UMKM dan UMKM syariah,” kata Direktur Utama PNM Parman Nataatmaja di Jakarta kemarin. Dia mengungkapkan,perseroan sudah berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan LembagaKeuangan( Bapepam-LK) mengenai rencana penerbitan reksa dana berbasis UMKM dalam reksa dana penyertaan terbatas (private equity fund).
Produk ini guna membantu pendanaan sektor UMKM tersebut dalam mengembangkan usahanya. Untuk men-distribusikan produk investasi itu, PNM akan menerbitkannya melalui PNM Investment Management (PNIM). Bapepam-LK sebelumnya menyatakan sedang menggodok aturan mengenai reksa dana berbasis UMKM.Adapun, dua bank swasta nasional siap menjadi penjamin kredit UMKM, yang akan disekuritisasi menjadi efek.
Selanjutnya, efek ini menjadi aset dasar (underlying asset) reksa dana tersebut. Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany enggan menyebut nama dua bank swasta yang sedang mempersiapkan kredit-kredit UKM yang siap disekuritisasi tersebut. Dia hanya mengatakan,dua bank tersebut memiliki porsi pemberian kredit cukup besar. “Ada dua bank swasta yang siap,” katanya belum lama ini.
Fuad berharap, dua bank itu bisa menjadi pionir bagi bankbank lain sebagai penjamin kredit UMKM. Jika perbankan siap menjadi penjamin kredit bagi UMKM, maka akan mendorong kalangan manajer investasi (MI) untuk menerbitkan produk reksa dana berbasis UMKM. Sejauh ini, kendala yang dihadapi MI untuk menerbitkan produk investasi berbasis UMKM adalah tidak adanya pihak penjamin.
Dia menjelaskan,produk reksa dana berbasis UMKM ini tidak berbeda dengan produk reksa dana konvensional. Adapun aset dasar produk ini berupa kredit perbankan yang disalurkan ke UMKM yang disekuritisasi menjadi efek. Dengan demikian, dana yang dihimpun MI akan didistribusikan menjadi kredit bagi UKM dengan pendistribusian kreditnya dilakukan dan dijamin oleh bank.
Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto belum mau berkomentar banyak mengenai rencana penerbitan produk reksa dana berbasis UMKM.“Saya belum bisa berkomentar lantaran detailnya belum saya pelajari.Namun, selama reksa dana itu memberikan keuntungan yang positif, dikelola dengan baik dan kepentingan investor terjaga, maka akan memberi dampak yang baik,”ujarnya.
Kinerja Positif
Sementara itu,Sekretaris Perusahaan PNM Arif Mulyadi mengatakan, perseroan optimistis memenuhi target laba bersih tahun ini. Optimisme ini berdasarkan positifnya kinerja hingga kuartal III/2010. “Dari target akhir tahun sebesar Rp17 miliar, laba bersih hingga September 2010 sudah mencapai Rp14–15 miliar,”paparnya. Dia melanjutkan, outstanding kredit PNM melalui Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) hingga September 2010 sebesar Rp1,8 triliun ke 30.000 nasabah UMKM,dengan penyaluran kredit sepanjang tahun ini senilai Rp960 miliar.
Adapun, target penyaluran kredit melalui sepanjang tahun ini mencapai Rp1,4 triliun. “Dananya berasal dari perbankan dan instrumen pasar modal, seperti dari MTN (medium terms note),”ujarnya. Sementara untuk pendapatan, sebelumnya Arif mengatakan, perseroan menargetkan Rp542 miliar.
“Saya lupa posisi pendapatan per September.Namun,dari Ulamm menyumbang 50%,selanjutnya dari LKMS (Lembaga Keuangan Mikro Syariah) dan dari kredit program. Namun,akhir 2011 berdasarkan UU BI,tidakbolehlagipemberiankredit program,”papanya. (jerna)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar