JAKARTA (SINDO) – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp2,5 triliun kepada PT XL Axiata Tbk (XL).Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu lima tahun sejak ditandatanganinya perjanjian kredit.
Penandatanganan perjanjian kredit tersebut dilakukan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok dan Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi di Jakarta, kemarin. ”Penyediaan fasilitas pinjaman ini merupakan bukti komitmen Bank Mandiri untuk mendukung perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia dengan menjalin kerja sama bersama XL sebagai salah satu operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia,”ujar Fransisca.
Fransisca mengungkapkan dengan pemberian kredit sebesar Rp2,5 triliun, diharapkan dapat mendorong perkembangan bisnis XL sehingga bisa tumbuh bersama dengan prinsip saling menguntungkan. ”Kami berupaya untuk selalu memberikan layanan terbaik serta mendukung XL dalam menjalankan operasional perusahaan.
Dan untuk dapat selalu berkembang dengan pemberian fasilitas kredit dan penggunaan produk/ jasa dari Bank Mandiri sehingga menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu bank operasional XL. Kami berharap XL dapat tumbuh lebih besar lagi dengan memanfaatkan fasilitas yang kami berikan,”kata Fransisca. Sementara itu, Hasnul menjelaskan, fasilitas kredit yang disediakan Bank Mandiri ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis XL.
Pasalnya, karakteristik industri telekomunikasi yang dinamis serta padat modal akan membutuhkan dukungan pembiayaan setiap tahunnya. ”Bank Mandiri menunjukan perubahan yang sangat luar biasa dalam hal kualitas pelayanan, tentunya pemberian fasilitas kredit ini dapat kami manfaatkan untuk kepentingan pembiayaan perusahaan,” ujar Hasnul.
Rights Issue
Sementara itu, Direktur Finance&Strategy Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan, konsorsium Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas telah menunjuk empat international selling agent,yaitu Deutsche Bank,Bank of America (BoA) Merrill Lynch,CitigroupdanCLSAdalampelaksanaan rights issueBank Mandiri.
Deutsche Bank dan BoA Merrill Lynch akan menjadi joint global coordinator, sedangkan Citigroup dan CLSA akan menjadi joint bookrunner. ”Kami berharap keempat perusahaan sekuritas asing itu dapat membantu Bank Mandiri mengoptimalkan pelaksanaan rights issue,”ungkap Pahala. Sebelumnya Bank Mandiri telah memilih Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (lead underwriter).
Perseroan berharap untuk dapat melakukan rights issue sebelum akhir 2010. Menurut Pahala, dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat permodalan Bank mandiri.Pertumbuhan kredit Bank Mandiri yang telah mencapai 20% di Juni 2010, kata dia,memerlukan penguatan modal agar terus dapat tumbuh di masa mendatang.
Bank Mandiri juga telah menunjuk Melli Darsa&Co sebagai konsultan hukum,dan Sutjipto SH sebagai Notaris. Sedangkan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana&Rekan (Pricewaterhouse Cooper) yang telah ditunjuk sebagai KAP pada RUPS Tahunan di bulan Mei 2010 lalu akan melakukan audit Laporan Keuangan Bank Mandiri dalam rangka rights issue. Dengan selesainya proses penyaringan atas agen penjual asing dan domestik tersebut maka Bank Mandiri telah siap dalam aksi korporasi tersebut. (rakhmat baihaqi/j erna)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar