Senin, 06 September 2010

Pemerintah Terbitkan Tujuh SBN

JAKARTA (SINDO) – Pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) tujuh kali lagi hingga November 2010 untuk meraup dana sebesar Rp23,17 triliun dari pasar domestik.


Menurut Direktur SBN Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Bimantara Widyajala, agenda penerbitan surat berharga itu sejalan dengan asumsi defisit anggaran yang lebih rendah dari tahun sebelumnya sehingga target penerbitan pada 2010 dikurangi dari semula Rp178 triliun menjadi Rp162,37 triliun. “Angka penerbitan yang sekarang sudah Rp139,2 triliun atau sekitar 85,72% sehingga kurangnya Rp23,17 triliun akan diterbitkan sampai November,”kata dia di Jakarta kemarin. Sisa pemenuhan pembiayaan ini,ujar dia,bisa diselesaikan lebih awal karena hanya dilakukan dua kali namun karena melihat faktor benchmarking maka pemerintah akan mengeluarkannya sebanyak enam kali di mana setiap bulannya dua kali.

Sementara satu kali penerbitan lainnya untuk surat berharga syariah negara (SBSN/ sukuk) yang akan dilakukan pada September ini. “Nanti kita penuhi dari surat utang negara atau SBSN,”tegasnya. Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan Rahmat Waluyanto.Menurutnya, penerbitan SBN bukan hanya semata-mata diperuntukkan bagi pemenuhan defisit termasuk juga refinancing namun lebih diperuntukkan dalam pengembangan pasar obligasi di Indonesia. “Pasar berkembang kalau pemerintah secara teratur menerbitkan SBN ada kalendernya karena marketperlu benchmark,”katanya.

Oleh karena itu, Rahmat menambahkan, meski target SBN dikurangi oleh pemerintah, pihaknya semaksimal mungkin mencoba untuk memperpanjang keteraturan dari penerbitan obligasi hingga November masih dilakukan penerbitan. Untuk sukuk, sementara akan dihentikan sampai bulan September akan dilakukan sisa lelang 1 kali lagi. (bernadette lilia nova)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar