Oleh: Dewi Astuti
TOKYO: Pemerintah Jepang mengintervensi pasar valuta asing untuk pertama kalinya sejak 2004 guna mengatasi apresiasi kurs yen terhadap dolar AS yang telah mencapai level terkuat dalam 15 tahun terakhir.
Menteri Keuangan Yoshihiko Noda mengungkapkan pemerintah telah menginformasikan langkah intervensi kepada sejumlah negara lain.
Sekretaris Utama Kabinet Jepang Yoshito Sengoku menjelaskan Depkeu setempat mempertimbangkan kurs yen pada posisi 82 per dolar AS sebagai batas pertahanan, setelah menyentuh level terkuat 82,88 kemarin.
Jepang belum melakukan intervensi mata uang melalui penjualan yen di pasar valas sejak 2004 sewaktu kurs berkisar 109 per dolar AS. Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) yang bertindak atas perintah Depkeu menjual 14,8 triliun yen pada kuartal I/2004.
Sementara itu, bank sentral Jepang meluncurkan tambahan stimulus moneter dengan meningkatkan fasilitas kredit perbankan sebesar US$116 miliar (10 triliun yen) menjadi 30 triliun yen pada bulan lalu.
Stimulus moneter ini merupakan yang pertama kali diluncurkan sejak Maret 2010, atau sejak pemulihan ekonomi melemah. Kebijakan ini juga sebagai respons dari bank sentral atas berbagai tekanan dari pemerintah untuk segera mengambil tindakan.
"Dengan tambahan fasilitas kredit, kami akan mendorong penurunan suku bunga pasar dan makin memperlonggar kondisi moneter," tulis pernyataan resmi bank sentral (Bank of Japan/BOJ), dalam situs resminya yang dikutip Bisnis, belum lama ini. (dea/esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar