Kamis, 16 September 2010

Konsolidasi fiskal prematur kembalikan dunia ke resesi

Oleh: Dewi Astuti
JAKARTA: Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengingatkan langkah konsolidasi fiskal yang prematur berisiko menjerumuskan ekonomi dunia kembali ke jurang resesi dan memunculkan fenomena deflasi secara berkelanjutan.

"Kebijakan exit untuk tujuan konsolidasi fiskal yang dilakukan terlalu dini dapat menyebabkan double-dip atau bahkan sebuah spiral deflasi, dengan efek rembetan pada angka pengangguran," tulis laporan Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) 2010 yang dirilis di situs resminya, hari ini.

Dalam laporan tahunan setebal 204 halaman tersebut, UNCTAD memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dunia pada tahun ini akan menyentuh 3,5% setelah sempat terkontraksi hampir minus 2% pada 2009.

Pemulihan ekonomi global dinilai masih rapuh dan kecepatannya bervariasi di setiap kelompok negara. Negara berkembang, terutama Asia dan Amerika Latin, memimpin pemulihan dengan menghindari pembengkakan defisit anggaran dan mampu mengakumulasi cadangan devisa yang signifikan sebelum krisis.

Di negara transisi Eropa Tengah dan Timur, pemulihan ekonomi telah melemah. Banyak dari negara itu telah mengalami defisit neraca transaksi berjalan yang besar dan sangat tergantung pada aliran modal masuk.

Pemulihan juga melambat di negara maju dan menyerupai kondisi sebelum krisis 2008 dengan ketidakseimbangan dalam perdagangan dan neraca transaksi berjalan global.

Di Amerika Serikat, permintaan domestik telah tumbuh lebih cepat dari negara-negara dengan surplus transaksi berjalan seperti Jepang dan Jerman. Selain itu, persoalan utang publik domestik telah membuat Eropa menjadi pusat krisis dan tertinggal dalam pemulihan ekonomi. (esu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar