JAKARTA - Kini tak ada satu sektor pun yang luput dari incaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Kali ini, Ditjen Pajak akan fokus membidik sektor otomotif yang beberapa waktu terakhir pertumbuhannya melaju kencang. ''Kami lihat yang lagi booming sekarang otomotif, kayak mobil dan motor. Itu akan kami lihat pajaknya,'' ujar Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Mochamad Tjiptardjo di Jakarta kemarin (2/9).
Menurut Tjiptardjo, lonjakan penjualan mobil maupun sepeda motor pasti berpotensi menggenjot pajak pertambahan nilai (PPN) dari sektor otomotif. Adapun penerimaan lain berasal dari pajak penghasilan (PPh) pasal 25 perusahaan otomotif yang baru disetorkan tahun depan. ''Yang jelas, tahun ini PPN-nya pasti naik,'' katanya.
Kinerja sektor otomotif di tanah air memang tengah bersinar. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil Januari-Juli 2010 menembus 442.298 unit. Jumlah tersebut melonjak 190.142 unit atau 75,4 persen daripada periode sama tahun lalu sebanyak 252.156 unit.
Sementara itu, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan, penjualan Januari-Juni 2010 menembus 3.609.468 unit. Angka itu naik signifikan jika dibandingkan dengan penjualan periode sama 2009 sebanyak 2.546.859 unit.
Terkait dengan realisasi penerimaan pajak nasional, Tjiptardjo menyebut hingga 23 Agustus mencapai Rp 339 triliun atau 56,5 persen dari target yang dipatok dalam APBN Perubahan 2010 sebesar Rp 606 triliun. ''Sampai akhir tahun, Insya Allah bisa kita amankan,'' katanya. Dia menyebut, langkah intensifikasi, ekstensifikasi, serta pencairan tunggakan akan tetap menjadi andalan untuk menggenjot penerimaan pajak. (owi/c6/oki)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar