Kamis, 16 September 2010

OECD: Tambah program stimulus ekonomi global

Oleh: Bloomberg
WASHINGTON: Perlambatan pemulihan ekonomi memaksa pemerintah di sejumlah negara untuk memperpanjang masa berlaku program stimulus perekonomian.

Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) melaporkan data terakhir menunjukkan ekonomi negara anggota G-7 akan tumbuh rata-rata 1,5% dalam semester II/2010, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 1,7%.

Padahal, 5 bulan sebelumnya, OECD memproyeksikan pertumbuhan rata-rata negara anggota G-7 mencapai 3%.  G-7 terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Sejumlah indikator terakhir menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari pada ekspektasi," jelas Pier Carlo Padoan, Kepala Ekono OECD dalam laporannya yang dirilis pada hari ini.
 
Proyeksi itu muncul dengan adanya sinyal kekhwatiran investor bahwa kebangkitan ekonomi global dari resesi pada tahun lalu telah melemah karena pemerintah di sejumlah negara telah memangkas stimulus guna mengatasi rekor defisit anggaram. Indeks saham MSCI World turun sekitas 9% pada pertengahan April.
 
OECD menambahkan jika perlambatan pertumbuhan bersifat sementara, maka pembuat kebijakan seharusnya menunda penarikan stimulus moneter selama beberapa bulan ke depan sambil mengelola rencana memangkas defisit fiskal untuk memberikan jaminan kepada investor.

Sementara itu, jika ancaman pertumbuhan bersifat jangka panjang, maka bank sentral perlu membeli aset dan memperpanjang pemberlakuan suku bunga di rekor terendah. Kondisi ini juga memaksa pemerintah menunda upaya memangkas defisit anggaran.

OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi G-7 sebesar 1% pada kuartal IV/2010 dengan perhitungan kuartalan. Angka itu akan menjadi laju terendah sejak kuartal II/2009, dan di bawah proyeksi yang mencapai 1,4%. (esu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar