Kamis, 16 September 2010

Ekonomi Kuat,Modal Perangi Kemiskinan

JAKARTA (SINDO) – Ekonomi yang kuat merupakan hal terpenting untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Demikian pandangan yang disampaikan Dekan Harvard Kennedy School David T Ellwood. Dia juga mengingatkan bahwa bantuan langsung tunai dari pemerintah untuk warga kurang mampu bukanlah cara yang baik untuk mengurangi angka kemiskinan. Pandangan Ellwood disampaikan dalam kuliah bertajuk ‘’Creating Job, Reducing Poverty and Improving the Welfare of the People’’ di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),Wakil Presiden Boediono, jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), serta anggota Komite Inovasi Nasional (KIN),dan Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Istana Negara kemarin.

”Ekonomi yang kuat sangat penting dan sangat esensial untuk apa pun, baik harapan ataupun memperluas lapangan pekerjaan. Negara-negara yang angka kemiskinannya menurun adalah mereka yang memiliki pertumbuhan ekonomi kuat,”papar Ellwood yang mengenakan batik motif tambal warna cokelat dan putih kemarin. Ellwood merupakan tokoh dunia kesekian yang pernah diundang Presiden SBY untuk memberikan presidential lecture. Sebelumnya Presiden SBY pernah beberapa kali mengundang tokohtokoh terkemuka untuk memberi kuliah, di antaranya penerima nobel M Yunus,Pangeran Charles, pendiri Microsoft Bill Gates, mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, dan mantan Presiden Polandia Lech Walesa.

Sebelum menjabat sebagai Dekan Harvard Kennedy School, profesor asal Minnesota itu pernah ditunjuk sebagai asisten Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat untuk urusan Perencanaan dan Evaluasi. Salah satu tugasnya saat itu adalah mengepalai kelompok kerja bidang Reformasi Kesejahteraan, Dukungan Keluarga, serta Kebebasan di era Presiden Bill Clinton. Dalamkuliahnya,Ellwoodmenguraikan bahwa salah satu hal terpenting dari upaya pengentasan kemiskinan adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pembangunan yang merata sehingga kemakmuran bisa dinikmati semua kelompok.

Dia juga mengatakan bahwa pembangunan jangka panjang mutlak diperlukan untuk mengurangi kemiskinan. Untuk itu,pendidikan,pelatihan, teknologi, serta kemampuan perlu terus ditingkatkan agar pembangunan jangka panjang bisa dilakukan secara berkelanjutan. Ellwood juga menyoroti pentingnya pemerintahan yang kuat dan efektif serta kebijakan yang tepat dalam upaya pengentasan rakyat miskin. ”Kebijakan ekonomi tidak hanya harus sehat tapi juga fleksibel dan kompetitif,”ujar peneliti pada National Bureau of Economic Research dan National Poverty Center at University of Michigan’s Gerald R. Ford School of Public Policy ini.

Secara khusus, Ellwood yang juga anggota American Academy of Arts and Sciences ini mengingatkan bahwa bantuan tunai langsung kepada warga kurang mampu tidak akan banyak membantu dalam upaya mengurangi angka kemiskinan. Dia merujuk apa yang dilakukan dirinya saat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Bill Clinton. ’’Saya pernah bekerja dengan Presiden Clinton. Jika Anda miskin, kita akan tulis cek atau makanan. Semakin miskin, semakin besar (yang didapat) Anda. Itu membantu, tapi tidak menstimulasi pekerjaan dan keterampilan baru. Strategi yang bisa keluarkan masyarakat dari kemiskinan tidak dengan memberikan cek,” ujarnya.

Ellwood juga mengingatkan bahwa slogan-slogan pembangunan seharusnya bukan hanya ucapan tapi harus diwujudkan ke dalam realitas. Pada kesempatan itu dia juga menilai Indonesia memiliki masa depan yang sangat cerah. Sementara itu, dalam pernyataannya, Presiden SBY mengatakan bahwa pembangunan di Negara berkembang seperti Indonesia sangat kompleks sehingga harus mempertimbangkan banyak hal, tidak terkecuali aspek sosial. Menanggapi kritikan Ellwood terkait bantuan tunai, Presiden menjelaskan bahwa bantuan itu tidak menyalahi aturan.

”Kalau kita ingin kurangi kemiskinan, income yang pas-pasan, pendapatan mereka tidak bisa dalam jangka panjang,maka harus kita berikan bantuan cash,subsidi, dan lainnya.Meski jangka pendek, tidak bisa diabaikan,” ucap Presiden SBY. (maesaroh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar