Kamis, 23 September 2010

Kinerja Perdagangan Indonesia Timur Naik 15 Persen

Seiring semangat desentralisasi dan pembanguan daerah di berbagai bidang, kinerja perdagangan di Indonesia Timur mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini, misalnya, terlihat dari aktivitas bongkar-muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak sebagai hubport kawasan Indonesia Timur, tepatnya di dermaga milik PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

 
"Kinerja bongkar-muat sepanjang Januari-Agustus 2010 di tempat kami tercatat mencapai 841.240 twenty foot equivalent units (TEU's). Ini lumayan meningkat sekitar 15 persen dibanding realisasi bongkar-muat di tahun lalu untuk periode yang sama," ujar Corporate Public Relations PT TPS, Wara Dijatmika, saat dihubungi, Rabu (22/9). Pada Januari-Agustus 2009, realisasi kinerja bongkar-muat di dermaga TPS tercatat sebesar 730.335 TEU's.
 
Capaian positif tersebut, menurut Wara, bahkan telah mampu melampaui realisasi kinerja bongkar-muat petikemas sepanjang 2008 yang tercatat sebesar 804.844 TEU's. Sebagaimana diketahui, realisasi kinerja di 2008 kerapkali digunakan sebagai tolok ukur atau standar minimal suatu kinerja, mengingat saat itu krisis ekonomi dunia belum menerpa.
 
"Itu artinya kinerja kita boleh dibilang sudah kembali pada track yang positif. Seperti kita tahu, kinerja kita di 2008 cukup bagus sebelum krisis ekonomi terjadi yang mengakibatkan penurunan kinerja di 2009. Nah sekarang, capaian di 2008 saja kita sudah mampu lewati. Itu bagus," katanya.
 
Secara lebih detil, Wara menjelaskan, kinerja bongkar-muat petikemas tersebut sebagaian besar didominasi oleh arus petikemas ekspor-impor, yaitu mencapai 669.225 TEU's, atau sekitar 79,5 persen dari total kinerja. Sedang sisanya, lanjut Wara, baru diisi oleh kinerja bongkar-muat petikemas antar pulau yang sekitar 171.835 TEU's, atau sekitar 20,5 persen dari total keseluruhan kinerja.
 
"Dari keseluruhan catatn tersebut, bongkar-muat terbesar terjadi pada bulan Mei 2010, yaitu sebanyak 112.912 TEU's. Sedang kinerja terendah terjadi pada bulan Februari 2010, yaitu sebesar 96.640 TEU's," ucap Wara.
 
Secara rata-rata, tambahnya, proses bongkar-muat yang terjadi tiap bulan mencapai 105.155 TEU's, atau meningkat signifikan dari rata-rata bongkar-muat petikemas per bulan di 2009 yang sebesar 91.291 TEU's atau pun rata-rata bulanan pada 2008 yang mencapai 100.605 TEU's. Taufan Sukma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar