Sabtu, 04 September 2010

Kenaikan GWM tekan ekspansi bank syariah

Oleh: Anggi Oktarinda JAKARTA: Kenaikan giro wajib minimum (GWM) primer dari 5% menjadi 8% akan mempengaruhi kinerja perbankan syariah yang saat ini sedang giat mengembangkan diri.

Adjat Djatnika Basarah, Assistant Vice President Branch Manager PT Bank BNI Syariah, mengatakan kenaikan GWM primer akan menambah jumlah dana menganggur di perbankan syariah yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk ekspansi pembiayaan.

"Sayang saja, selisih kenaikan GWM sebesar 3% itu sebetulnya bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja perbankan syariah dalam penyaluran kredit," katanya kepada Bisnis di sela-sela kegiatan Bazaar Sembako Murah Ramadan BNI Syariah, sore ini.

Namun begitu, lanjutnya, bank akan tetap mengikuti aturan Bank Indonesia untuk menaikkan GWM. "BI pasti punya landasan kebijakan yang kuat dengan memperhatikan kondisi ekonomi makro. Jika sudah menjadi ketetapan, kami akan mengikuti," ujarnya.

Hari ini, bank sentral menaikkan GWM primer dari sebelumnya 5% menjadi 8% dari total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) untuk mempertahankan likuiditas. Sementara itu GWM sekunder tetap di level 2,5%.

Sepanjang semester I/2010, BNI Syariah telah menyalurkan kredit sebesar Rp3,2 triliun, atau 86,48% dari total target akhir tahun sebesar Rp3,7 triliun.(yn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar