Jumat, 17 September 2010

Kalla: Beri Pengusaha Lokal Karpet Merah

MAKASSAR (SINDO) – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau pemerintah daerah untuk terus meningkatkan ekonomi di daerahnya dengan mendorong pertumbuhan pengusaha lokal.

Menurut Kalla, pemerintah terlalu bangga dengan kedatangan investor asing yang kadang tak memberikan kontribusi berarti pada daerah. “Kedatangan investor asing sering disambut dengan karpet merah. Jangan lupa uangnya dibawa ke luar negeri, tapi pengusaha lokal kitalah yang menumbuhkan ekonomi daerah sendiri. Semestinya ini yang kita siapkan, karpet merah. Karena, inilah kekuatan kita,” kata Kalla di hadapan ratusan peserta Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII di Wisma Kalla,Makassar,kemarin.

Menurut dia, saat ini ada beberapa daerah yang memiliki nilai ekspor tinggi namun kebanyakan dikelola oleh investor asing. “Jangan sampai seperti di Kalimantan, potensi batu bara daerah kita habis dan kita hanya tinggal banjirnya,” katanya. Menurut dia, kedatangan investor menjadi hal yang baik.Namun, kekuatan daerah sendiri semestinya menjadi pedoman dan fondasi. Kalla yang juga Ketua Dewan Penyantun Kerukunan Keluarga Sulsel (KKSS) mengajak seluruh pihak di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk terus mendorong pertumbuhan masyarakat petani dan para pengusaha di wilayah tersebut.Dia mengimbau agar semangat pengusaha yang mengakar di masyarakat Sulsel tetap terjaga.

Alasannya, dunia usaha menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Semangat pengusaha di Sulsel dinilainya memang telah melekat jauhterlihatdarikearifanlokalyang dimiliki masyarakat Bugis-Makassar.“ Itu pegangan dan jadi harga diri masyarakat Sulsel dan itu akan menjadi pertahanan ekonomi bangsa yang kuat,”katanya.PSBM,kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, sebagai salah satu langkah untuk terus menjaga semangat pengusaha asal Bugis-Makassar. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel La Tunreng mengatakan,masuknya investor ke daerah memang tak mesti diberikan peluang yang terlalu besar.

“Sebagai tuan rumah kita mesti memberikan penghormatan tapi jangan memberikan peluang yang terlalu besar. Jangan sampai kita jadi penonton, kita mesti kembangkan kerja sama dan sinergi,”tandasnya. Menanggapi imbauan Kalla untuk terus menjaga semangat pengusaha, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel Yudi Arsono mengatakan, pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Hipmi telah gencar melakukan berbagai event di kampus-kampus untuk menumbuhkan entrepreneurmuda. “Apa yang disampaikan Pak Kalla sebenarnya adalah regenerasi.

Kita telah mencoba itu,saat ini ada program road to campus di mana kita mengajak para mahasiswa untuk mandiri dengan membuka usaha sendiri. Para mahasiswa tersebut kami fasilitasi untuk mendapatkan jaringan terutama untuk mendukung programnya,” kata Yudi kemarin.Menurut Yudi, saat ini Hipmi Sulsel telah menggandeng tiga kampus yakni Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Fajar untuk terus menghasilkan entrepreneurmuda. (jumardin akas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar