PERSENTUHAN Islam dengan masyarakat Jepang bisa dikatakan relatif baru. Perkenalan masyarakat Jepang dengan Islam diperkirakan baru dimulai pada akhir abad ke-19. Pengetahuan pertama tentang Islam dan penganutnya di kalangan masyarakat Jepang dimulai lewat adanya terjemahan tentang aktivitas nabi Muhammad SAW ke dalam bahasa Jepang. Hubungan lebih lanjut terjalin ketika pemerintah Jepang menjalin aliansi perdagangan bersama Pemerintah Turki. Lewat asosiasi ini, terjalin lebih erat kontak antara dua peradaban.
Mengacu pada sejarah Jepang, muslim Jepang pertama yang diketahui bernama Mitsutaro Takaoka, memeluk Islam pada 1909. Usai melakukan ibadah haji, Takaoka mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka. Selain Yamaoka, muslim pertama Jepang lainnya adalah Bumpachiro Ariga. Lewat perjalanan dagangnya ke India, dan pertemuannya dengan komunitas muslim di sana, ia pun menjadi seorang muslim dan mengganti namanya menjadi Ahmad Ariga.
Beberapa waktu kemudian, penyebaran Islam dan perkembangannya di Jepang pertama kali terwujud melalui komunitas Muslim Asia Tengah. Saat itu perang dunia pertama baru saja pecah, dan banyak pendatang muslim dari Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgizstan, dan Kazakstan yang menjadi pengungsi di Jepang.
Hanya beberapa saat setelah kedatangan mereka, banyak orang Jepang yang memeluk agama Islam. Mereka tertarik menjadi seorang muslim setelah mereka melihat betapa mengesankan dan menariknya sikap yang ditampakkan oleh muslim dari negara-negara pecahan Soviet ini. Komunitas ini pulalah yang mendirikan masjid pertama di Jepang yaitu di Kobe pada 1935.
Menyusul periode perang dunia kedua, banyak hal yang dilakukan komunitas ini untuk menginformasikan tentang Islam dan komunitas muslim kepada orang Jepang, utamanya mereka yang bekerja sebagai tentara. Inilah periode booming-nya Islam pertama kali di Jepang. Selama periode ini, Islam berkembang pesat melalui organisasi dan penelitian-penelitian. Disebutkan, selama periode ini tak kurang dari 100 buku dan jurnal tentang Islam diterbitkan. Namun usai perang dunia kedua, usai pulalah penyebaran Islam di negara ini.
Booming kedua Islam di Jepang kembali terjadi di tahun 1973 seiring terjadinya oil shock atau meroketnya harga minyak dunia. Negara-negara Arab selaku penghasil minyak dunia telah menarik minat perekonomian Jepang. Di sinilah mulai lagi persentuhan antara peradaban Jepang dengan Islam yang menjadi agama mayoritas di negara-negara Arab. n Widyasari/berbagai sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar