Kamis, 23 September 2010

Inflasi Tantangan Indonesia

Perkiraan kenaikan angka inflasi tahun 2011 menjadi 5,3 persen merupakan tantangan bagi Indonesia untuk menggenjot laju pertumbuhan ekonomi. Demikian penuturan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
"Inflasi 5,3 persen itu tantangan karena kita sampai Agustus itu kan sudah cukup tinggi," kata Agus saat rapat kerja pembahasan RAPBN 2011 dengan Komisi XI Selasa (21/9) malam.

Ia mengakui kenaikan ini akan berdampak pada angka inflasi tahunan namun pemerintah akan terus berupaya agar inflasi terus terjaga. "Memang kenaikan inflasi menjadi 5,3 persen berdampak pada inflasi year on year. Tapi kita akan benar-benar mengupayakan pengendalian pada semua aspek agar inflasi terus terjaga," katanya.
Naiknya harga barang-barang pokok membuat laju inflasi Indonesia menaik. Terbukti dengan nilai inflasi Juli 1,57 persen. Namun laju inflasi Agustus turun hanya 0,76 persen sehingga laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2010 sebesar 4,82 persen. Dan laju inflasi year on year (Agustus 2010 terhadap Agustus 2009) sebesar 6,44 persen.
Di sisi lain, Menkeu Agus optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,4 persen pada tahun 2011. Ekonomi Indonesia meningkat lima tahun terakhir sehingga diharapkan mampu meningkatkan investasi asing maupun domestik. "Ekspor maupun ekonomi domestik memungkinkan Indonesia bisa tumbuh di angka 6,4 persen. Itu yang kita sepakati tadi," kata Agus.
Pertumbuhan ekonomi dunia yang belum pulih juga akan memicu aliran modal akan masuk ke Indonesia sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tahun ini pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 5,8 persen dan kuartal kedua 6,2 persen. Tria Dianti/Listya Pratiwi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar