Jumat, 17 September 2010

BRI Tidak Akan Naikkan Suku Bunga Sampai Desember 2010

BRI akan melakukan pengkajian terlebih dahulu terkait dengan meningkatnya biaya dana dengan diberlakukannya GWM primer baru sebesar 8% oleh BI, sebelum memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga pinjaman atau tidak. Paulus Yoga

Jakarta--Kebijakan harmonisasi Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Giro Wajib Minimun (GWM) yang diterapkan Bank Indonesia (BI) tidak akan pengaruhi kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) selama menjalankan fungsinya dengan baik.


Demikian dikatakan Direktur Utama BRI Sofyan Basir kepada wartawan selepas penandatanganan nota kesepahaman penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, pada 16 September 2010.

"Kami tidak khawatir, karena pada prinsipnya kami mencoba untuk melakukan prinsip intermediasi sebisa mungkin bejalan dengan baik, itu saja. Jadi kami akan terus berupaya untuk bisa mengejar potensi yang ada," ujarnya.

Ia menambahkan, LDR BRI sendiri sudah mencapai level 88%, jauh dari ketentuan BI yang 78%. Untuk GWM, memang bisa mengarah pada peningkatan cost of fund (biaya dana), namun BRI tidak akan meresponnya dengan menaikkan suku bunga pinjaman.

"Penekanan itu harus dikaji lebih dalam, untuk mengatasi peningkatan biaya dana dapat dilakukan dengan efisiensi secara operasional jadi tidak perlu menaikkan suku bunga pinjaman, bisa juga dengan meningkatkan omset, dan menurunkan marjin," tukasnya.

Ia mengaku, BRI sendiri terus melakukan pengkajian lebih dalam untuk mengambil langkah yang paling tepat. Untuk bunga kredit sendiri, menurutnya, sementara tidak akan naik sampai Desember 2010.

"Untuk bunga kredit sendiri sementara tidak akan naik, sementara minimal sampai Desember kami tidak akan mengubah tingkat suku bunga. Untuk tahun depan sendiri belum tahu," jelasnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar