Selasa, 21 September 2010

BBM bersubsidi 8% di Jawa-Bali dipangkas

Oleh: Nurbaiti
JAKARTA: PT Pertamina (Persero) akan memangkas pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 8% untuk semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik perseroan yang berada di wilayah Jawa-Bali.


VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun langkah mengurangi pasokan BBM bersubsidi tersebut sejalan dengan rencana penerapan sistem klaster untuk mengantisipasi lonjakan konsumsinya.

"Kami akan memotong jatah SPBU itu untuk penjualan BBM bersubsidi sebesar 8% mulai awal Oktober ini," tutur dia, malam ini.

Untuk tahap awal, lanjut dia, kebijakan tersebut akan diterapkan di unit pemasaran Pertamina (UPMS) yang berada di region III yang meliputi wilayah Jabar, Banten, dan DKI Jakarta.

Menurut dia, dari Region III itu ada sekitar 1.300 SPBU berlogo Pertamina yang diharapkan dapat menghemat 55.000 kiloliter (KL) penjualan BBM bersubsidi per bulan mulai Oktober mendatang.

Sementara itu, dia menambahkan, untuk Region IV Jawa Tengah dan Yogyakarta serta Region V di Jawa Timur dan Bali juga akan diberlakukan pada pertengahan Oktober.

"Kalau dari pemberlakukan di semua SPBU di Jawa dan Bali ini, diharapkan akan ada penghematan BBM bersubsidi sebesar 105.000 kilo liter per bulannya.

Menurut Harun, berdasarkan masukan dari berbagai pihak termasuk para pengusaha SPBU, Pertamina memilih membatasi penjualan dengan skala yang lebih besar yaitu berdasarkan region.

Dia mengatakan penerapan pola seperti itu dinilai akan lebih adil bagi para pengusaha SPBU karena seluruh SPBU, untuk seluruh wilayah. (ln)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar