Selasa, 24 Agustus 2010

BI harus Berani Naikkan Suku Bunga Acuan

JAKARTA--MI: Ekonom Kepala Bank Mandiri Mirza Adityaswara menilai Bank Indonesia (BI) harus berani menaikkan suku bunga acuan kredit hingga 50 basis poin mulai bulan depan. "BI Rate naik jadi total 50 basis poin itu masih rendah kok," katanya di Jakarta, Senin (23/8).

Menurut dia, dengan menaikkan BI Rate maka Indonesia akan dipercaya oleh investor asing melakukan upaya untuk menjaga kenaikan inflasi. "Kita harus jaga kepercayaan investor, apalagi banyak investasi asing di SBI, dengan menaikkan BI Rate berarti Indonesia menjaga inflasinya," ujarnya.

Mirza menekankan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menaikkan BI Rate yang telah 12 bulan ditahan pada level 6,5 persen mengingat inflasi sudah cukup tinggi. "Harusnya ya sekarang (menaikkan BI Rate) karena inflasi sudah tinggi," tuturnya.

Mirza menjelaskan faktor tingginya inflasi hingga Juli bukan hanya dari faktor biaya (cost push) saja namun juga dari faktor permintaan. "Itu harus diambil reaksi moneter. Dari sisi impor yang naik tinggi terus saat ini juga harus ditanggapi dengan reaksi moneter," tambahnya.

Mirza menilai BI saat ini masih bersikap ragu-ragu untuk menaikkan BI rate. Padahal, langkah itu harus diambil pada waktu yang tepat. "Jangan terlambat, kalau memang saatnya menaikkan suku bunga jangan terlambat," katanya.

Menurut Mirza, kenaikan BI rate bisa dilakukan dua kali dengan setiap kenaikan sebesar 25 basis poin. "BI Rate pada 2007 dan semester I-2008 itu 7,5 persen, tapi kredit masih tumbuh tinggi kok, jangan kuatir," tuturnya.

Ia mengatakan kalangan ekonom khawatir jika BI terlambat menaikkan BI Rate maka investor bisa mulai menarik dananya dari Indonesia. "Dalam sisi praktek memang sering jadi perdebatan, ekonom khawatir BI ketinggalan nanti malah kemudian koreksi di pasar obligasi terjadi duluan baru bunga dinaikkan, itu namanya terlambat," jelasnya.

Senada dengan Mirza, Ekonom Kepala Mandiri Sekuritas Destry Damayanti memperkirakan suku bunga pada kuartal IV-2010 akan naik sebesar 50 basis poin sehingga diakhir tahun akan mencapai 7 persen.

"Tekanan inflasi diperkirakan akan terus meningkat diparuh kedua tahun 2010 sehingga inflasi akhir tahun 2010 diperkirakan mencapai 6,3-6,5 persen. Implikasinya suku bunga diperkirakan akan meningkat di kuartal IV-2010 sebesar 50 basis poin sehingga mencapai 7 persen di akhir tahun," katanya. (Ant/OL-04)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar