JAKARTA: Bank Indonesia mengingatkan bank akan terkena ketentuan manajemen risiko jika mengenjot kreditnya hanya sisi konsumer guna menghindari pinalti dari ketentuan giro wajib minimum (GWM) yang dikaitkan dengan rasio kredit terhadap dana (loan to deposit ratio/LDR).
Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah optimistis kredit perbankan tidak akan lari kepada segmen konsumer terkait dengan rencana penerbitan ketentuan GWM dikaitkan dengan LDR.
“Kan nanti kalau dia [bank] terlalu banyak ke segmen consumer akan terkena risiko konsentrasi [kredit] berlebihan,” katanya pekan ini.
Menurut dia, ketentuan manajemen risiko sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga bank tidak bisa hanya menyalurkan kredit pada sisi consumer semata. “Manajemen risiko bank-nya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga mereka harus mempertimbangkan itu,” katanya.
Komisaris Bank Mandiri Krisna Wijaya mengatakan bank akan lebih banyak membidik segmen konsumer untuk mensiasati kebijakan tersebut.
Dia menilai ekspansi ke sektor konsumer bisa ditempuh karena dinilai sektor itu lebih fleksibel, terutama bagi bank skala kecil. Menurut dia, tinggal menurunkan suku bunga, permintaan segmen konsumtif akan meningkat.
“Bank kecil kan banyak di konsumer atau kredit konsumtif dimana permintaannya masih tinggi. Karena persaingannya ketat praktis suku bunga jadi variabel penentu terhadap permintaan kredit. Bank bumn karena ada target deviden sehingga cenderung stagnan [bunga],” katanya.(mmh)
Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah optimistis kredit perbankan tidak akan lari kepada segmen konsumer terkait dengan rencana penerbitan ketentuan GWM dikaitkan dengan LDR.
“Kan nanti kalau dia [bank] terlalu banyak ke segmen consumer akan terkena risiko konsentrasi [kredit] berlebihan,” katanya pekan ini.
Menurut dia, ketentuan manajemen risiko sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga bank tidak bisa hanya menyalurkan kredit pada sisi consumer semata. “Manajemen risiko bank-nya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga mereka harus mempertimbangkan itu,” katanya.
Komisaris Bank Mandiri Krisna Wijaya mengatakan bank akan lebih banyak membidik segmen konsumer untuk mensiasati kebijakan tersebut.
Dia menilai ekspansi ke sektor konsumer bisa ditempuh karena dinilai sektor itu lebih fleksibel, terutama bagi bank skala kecil. Menurut dia, tinggal menurunkan suku bunga, permintaan segmen konsumtif akan meningkat.
“Bank kecil kan banyak di konsumer atau kredit konsumtif dimana permintaannya masih tinggi. Karena persaingannya ketat praktis suku bunga jadi variabel penentu terhadap permintaan kredit. Bank bumn karena ada target deviden sehingga cenderung stagnan [bunga],” katanya.(mmh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar