Sabtu, 21 Agustus 2010

Bank Menilai Suku Bunga SBI Masih Menarik

Sepekan, Penempatan Dana Melonjak Rp 38 T

JAKARTA - Harapan agar perbankan menjadi lokomotif ekonomi sektor riil, rupanya, masih jauh dari kenyataan. Sebab, pengurus bank masih malas berkeringat mencari debitur potensial untuk dikucuri kredit. Mereka memilih menempatkan dana yang dihimpun dari masyarakat ke instrumen tak produktif, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hanya dengan ongkang-ongkang kaki, fulus dalam bentuk bunga mengalir aman ke kocek bank.

Indikasi memprihatinkan tersebut tecermin dalam pergerakan dana yang tersimpan di SBI sepekan terakhir yang terus melonjak. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI) Difi A. Johansyah menyatakan, posisi dana yang ditempatkan per 13 Agustus lalu sudah menembus Rp 272,68 triliun atau naik Rp 38,29 triliun jika dibandingkan dengan posisi pada 6 Agustus yang sebesar Rp 234,39 triliun. ''Itu disebabkan tingginya minat pelaku pasar pada SBI menjelang Lebaran,'' ujarnya melalui e-mail kepada Jawa Pos kemarin (19/8).

Difi menuturkan, jika dilihat dari asal dana, tambahan dana asing yang masuk ke SBI selama sepekan sebesar Rp 2,02 triliun. Tambahan dana dari investor domestik yang masuk ke SBI mencapai Rp 36,27 triliun. Posisi kepemilikan SBI per 13 Agustus lalu adalah Rp 56,73 triliun oleh investor asing dan Rp 215,95 triliun oleh investor domestik. ''Sebagian besar investor domestik adalah bank,'' katanya.

Tingginya minat investor terhadap instrumen SBI juga terlihat dari hasil lelang SBI. Termasuk lelang SBI dengan jangka sembilan bulan yang baru kali pertama dilakukan BI. Menurut Difi, meski SBI yang ditawarkan memiliki tenor cukup panjang, 3-9 bulan, minat perbankan untuk memiliki SBI tersebut cukup besar. ''Itu terlihat dari jumlah penawaran SBI yang jauh melebihi jumlah jatuh tempo. Khusus lelang SBI sembilan bulan menghasilkan Rp 2,25 triliun,'' terangnya.

Difi menyatakan, tingginya minat investor terhadap SBI membuat yield atau imbal hasil yang harus dibayar BI kepada investor juga bisa ditekan. Saat ini, posisi yield untuk SBI tiga bulan adalah 6,63 persen, SBI enam bulan 6,72 persen, dan SBI sembilan bulan 6,83 persen. ''Ekspektasi inflasi memang meningkat. Meski demikian, belum terdapat indikasi peningkatan suku bunga,'' jelasnya. (owi/c12/kim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar