Oleh: Makmun Syadullah
Pengamat Ekonomi
Indonesia Finance Today, 3 April 2014
Indonesia merupakan negara
kepulauan yang mana dua pertiga wilayahnya berupa perairan atau lautan, dan
tersusun dari tujuh belas ribuan pulau-pulau yang membentang dari Sabang sampai
Merauke. Untuk itu bangsa Indonesia harus mampu memanfaatkan secara optimal
seluruh potensi laut guna mewujudkan kemakmuran bagi segenap rakyat Indonesia.
Dalam sub-sektor
jasa transportasi laut dibutuhkan kapal-kapal dengan tipe General Cargo,
Container, Bulk Carrier, Tug Boat, dan Barge, serta jenis kapal lainnya guna mendukung
kegiatan transpotasi laut mulai dari muatan barang hingga muatan curah.
Keberadaan armada kapal-kapal tersebut merupakan suatu mata rantai dari proses
perpindahan muatan dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya sebagai akibat dari
kegiatan jual-beli antara seller dan buyer.
Dalam subsektor
pertambangan, keberadaaan kapal juga memegang peranan yang sangat penting.
Terkai dengan aktivitas transportasi mulai dari hasil tambang, peralatan maupun
tenaga kerja. Jenis kapal yang dibutuhkan dalam subsektor pertambangan antara
lain oil tanker, barges, liquid carries, offshore support vessels, survey
vessels dan jenis lainnya. Dalam subsector pariwisata, khususnya pariwisata
bahari kebutuhan terhadap armada juga
relative besar. Tipe kapal yang dibutuhkan tentunya menyesuaikan wisata bahari
yang akan dikembangkan.
Sementara itu
dalam subsektor jasa penyeberangan/ferry membutuhkan armada penyeberangan,
berupa kapal-kapal dengan tipe Passengers Ferry, Car & Passenger Ferry,
Fast Ferry, LCT, dan jenis lainnya untuk
melayani kepentingan penyeberangan tersebut. Fungsi utama kapal penyeberangan
ini adalah sebagai “jembatan terapung“ yang menghubungkan dua atau lebih
wilayah / pulau, sehingga masyarakat di wilayah / daerah tersebut dapat
mengurangi ketertinggalannya terhadap masyarakat di wilayah/daerah lainnya.
Perlu Insentif
Dewasa ini
jumlah kapal dagang di dalam negeri mencapai 10.200 unit dengan kondisi sekitar
50 persen sudah tua dan memiliki teknologi yang jauh tertinggal dengan usia
rata-rata di atas 35 tahun. Sementara itu untuk memenuhi berbagai kebutuhan jenis kapal, selama ini
pengusaha Indonesia masih mengandalkan impor. Kebutuhan kapaldinilai sangat mendesak, sedangkan produsen
kapal di Indonesia dinilai masih lambat dan beberapa jenis kapal belum dapat
diproduksi. Diperkirakan Indonesia dalam satu tahun baru dapat memproduksi 3 sampai 5 kapal.
Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia, namun,
perkembangan industri perkapalan di dalam negeri masih sulit tumbuh karena
masih dihadapkan berbagai permasalahan.
Galangan-galangan kapal yang tersebar di seluruh
Indonesia hingga saat ini kurang berkembang. Selain karena kurangnya optimalisasi
dari pihak galangan, juga karena kurangnya perhatian pemerintah sehingga
perkembangan di bidang usaha ini sangat kurang. Tidak sedikit dari jumlah
galangan swasta yang tersebar di Indonesia sulit berkembang karena kondisi
galangan yang masih kurang memadai, baik dari segi peralatan dan fasilitas
galangan maupun segi pengoperasian peralatan dan fasilitas tersebut. Akibatnya
industri galangan kapal tidak memiliki daya saing terhadap kapal-kapal impor.
Kondisi ini d diperparah dengan adanya fasilitas atas impor kapal yang bebas
dari pajak pertambahan nilai maupun bebas dari bea masuk.
Meski
sudah terlambat, kini sudah saatnya pemerintah mengembangkan industry galangan
kapal. Pemberian insentif fiskal diharapkan akan memberikan multiplier effect bukan saja terhadap
industry galangan kapal, namun juga terhadap perkembangan industry pensuplai
komponen-komponen yang dibutuhkan oleh industry galangan kapal maupun
perekonomian secara makro, khususnya dalam memanfaatkan kekayaan sumber daya
alam (kelautan) yang berlimpah di negeri ini.
Untuk
memproteksi industry penyedia komponen-komponen yang dibutuhkan industry
galangan kapal, maka untuk komponen-komponen yang sudah dapat diproduksi di
dalam negeri, sebaiknya untuk komponen yang serupa tidak boleh lagi diimpor dan
jika perlu bea masuk impor komponen serupa dinaikkan tarifnya.
Sekiranya
pemerintah memiliki komitmen yang besar terhadap industry galangan kapal, maka
ke depan industry ini akan memiliki prospek yang baik. Saat ini terbuka peluang
yang sangat besar bagi industri galangan lokal untuk memproduksi kapal baru
atau mereparasi kapal lama yang hampir memasuki usia tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar