http://investasi.kontan.co.id/news/pemerintah-akan-melelang-sbsn-berbasis-proyek
JAKARTA. Dalam rangka memenuhi sebagian dari target
pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012,
pemerintah berencana melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau
Sukuk Negara berbasis proyek (project based sukuk) pada 31 Januari 2012.
Berdasarkan rilis data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Negara (DJPU), jumlah indikasi target lelang kali ini sebesar Rp 1 triliun. Seri SBSN yang dilelang meliputi seri IFR00010 (reopening) bertenor 14 tahun dengan imbalan 10%.
Sedangkan untuk SBSN berbasis proyek antara lain seri PBS-0001, seri PBS-0002, dan seri PBS-0003, yang menggunakan underlying asset berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2012 yang telah mendapat persetujuan DPR melalui UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN Tahun Anggaran 2012 pada Pasal 39.
Peserta lelang kali ini terdiri dari 12 bank dan empat perusahaan sekuritas, yaitu PT Bank Internasional Indonesia Tbk; PT Bank Mandiri (persero), Tbk; PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk; PT Bank Panin Tbk; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk; PT Bank Citibank NA Tbk; PT Bank CIMB Niaga Tbk; Standard Chartered Bank; The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited; PT Bank Permata; PT Bank Negara Indonesia Syariah; PT Bank OCBC NISP; PT Bahana Sekuritas; PT Danareksa Sekuritas; PT Mandiri Sekuritas; dan PT Trimegah Sekuritas Tbk.
Analis obligasi I Made Adi Saputra, melihat, lelang kali ini merupakan langkah pemerintah untuk mendongkrak masuknya pendanaan di pembangunan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan investor atas obligasi negara berbasis syariah.
Namun I Made mengingatkan, walaupun, pengadaan lelang ini dilakukan oleh pemerintah, setidaknya investor juga perlu tahu lebih banyak mengenai proyek yang akan dijalankan nantinya.
Berdasarkan rilis data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Negara (DJPU), jumlah indikasi target lelang kali ini sebesar Rp 1 triliun. Seri SBSN yang dilelang meliputi seri IFR00010 (reopening) bertenor 14 tahun dengan imbalan 10%.
Sedangkan untuk SBSN berbasis proyek antara lain seri PBS-0001, seri PBS-0002, dan seri PBS-0003, yang menggunakan underlying asset berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2012 yang telah mendapat persetujuan DPR melalui UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN Tahun Anggaran 2012 pada Pasal 39.
Peserta lelang kali ini terdiri dari 12 bank dan empat perusahaan sekuritas, yaitu PT Bank Internasional Indonesia Tbk; PT Bank Mandiri (persero), Tbk; PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk; PT Bank Panin Tbk; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk; PT Bank Citibank NA Tbk; PT Bank CIMB Niaga Tbk; Standard Chartered Bank; The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited; PT Bank Permata; PT Bank Negara Indonesia Syariah; PT Bank OCBC NISP; PT Bahana Sekuritas; PT Danareksa Sekuritas; PT Mandiri Sekuritas; dan PT Trimegah Sekuritas Tbk.
Analis obligasi I Made Adi Saputra, melihat, lelang kali ini merupakan langkah pemerintah untuk mendongkrak masuknya pendanaan di pembangunan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan investor atas obligasi negara berbasis syariah.
Namun I Made mengingatkan, walaupun, pengadaan lelang ini dilakukan oleh pemerintah, setidaknya investor juga perlu tahu lebih banyak mengenai proyek yang akan dijalankan nantinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar