http://keuangan.kontan.co.id/news/empat-bank-salurkan-kredit-rp-330-miliar/2012/01/27
JAKARTA. Empat bank menyalurkan
kredit Rp 330 miliar ke PT Trihamas Finance, perusahaan pembiayaan
kendaraan bermotor. Kredit berjangka waktu tiga tahun ini akan digunakan
untuk pembiayaan kembali kredit angkutan umum dan truk.
PT Bank Permata Tbk (BNLI) bertindak sebagai mandated lead arranger dengan
menyiapkan dana Rp 100 miliar. Kemudian, PT Bank Pembangunan Daerah
(BPD) DKI Jakarta menyetor Rp 100 miliar, PT Bank Jawa Barat Banten Tbk (BJBR) sebesar Rp 100 miliar dan PT Bank ICBC Indonesia sebanyak Rp 30 miliar. "Fasilitas ini untuk mendukung multifinance secara berkelanjutan," tutur Roy Arfandy, Direktur Wholesale Banking Bank Permata, Kamis lalu (26/1).
Ronny Effendy, Direktur Utama Trihama Finance,
menuturkan, kredit keroyokan ini untuk mendukung ekspansi bisnis
perusahaan pembiayaan ini pada tahun 2012. Perseroan ini menargetkan
penjualan Rp 2 triliun atau naik 11% dibandingkan pencapaian sepanjang
tahun 2011 yang sebesar Rp 1,8 triliun. Untuk merealisasikan target itu,
manajemen tetap fokus pada pembiayaan komersial dan transportasi
publik.
Gerardus D. Kusmo, Associates Director Trihamas
Finance menambahkan, pihaknya masih mengandalkan pinjaman perbankan
sebagai sumber pendanaan. Sebelumnya Trihamas menerima kredit dari PT
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan
PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri).
Sedangkan Mulyatno Wibowo, Direktur Pemasaran
Bank DKI, menuturkan, berpartisipasi dalam kredit sindikasi itu akan
menjadi strategi untuk merealisasikan target kredit tahun ini. Bank DKI
mengalokasikan dana Rp 2 triliun untuk kredit sindikasi. Jumlah tersebut
tumbuh sekitar 83% dibandingkan posisi akhir tahun 2011 yang sebesar Rp
1,2 triliun.
"Tahun ini, kami telah memperoleh mandat dalam
enam kredit sindikasi," kata dia. Kredit sindikasi itu antara lain dua
proyek pembangkit listrik dengan nilai Rp 300 miliar sampai Rp 400
miliar, satu proyek jalan tol senilai Rp 20 triliun, sektor perkebunan
senilai Rp 1,2 triliun dan dua di sektor perhotelan dengan total sekitar
Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. Namun, Mulyatno belum bisa menyebut porsi
Bank DKI pada tiap sindikasi tersebut. "Dalam waktu dekat ini sindikasi
untuk pembangunan power plant di Kalimantan," imbuhnya.
Rencananya, kredit sindikasi ini akan dilakukan
bersama-sama dengan bank umum dan BPD lain. Bank DKI berharap berbagai
kredit sindikasi tersebut bisa mendongkrak kredit korporasi mereka
menjadi Rp 5 triliun sepanjang tahun 2012, dibandingkan portofolio
kredit korporasi tahun 2011 yang sekitar Rp 3 triliun. "Total kredit
keseluruhan Rp 11,1 triliun sampai Desember 2011," tambahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar