http://industri.kontan.co.id/news/20-perusahaan-paling-menarik-di-indonesia
JAKARTA. Sebanyak 20 perusahaan dinobatkan sebagai perusahaan paling dikagumi atau Indonesia’s Most Admired Companies versi majalah Fortune Indonesia, pada Rabu (25/1) lalu. Fortune Indonesia mengadopsi penghargaan serupa yang sudah diselenggarakan prinsipal mereka sejak 1997, Fortune terbitan Time Warner Co.
Untuk mencari perusahaan paling dikagumi di
Indonesia, Fortune, bekerja sama dengan Hay Group Indonesia, mengadakan
survei selama satu bulan dan melibatkan 20.000 responden di Indonesia.
Adapun kandidat perusahaan paling dikagumi diambil dari daftar Fortune Indonesia 100, yakni 100 perusahaan terbesar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan pendapatan dan kapitalisasi pasar.
Menurut Nidthia Chelvam, pimpinan riset Indonesia’s Most Admired Companies 2011,
pihaknya merujuk pada beberapa kriteria seperti kualitas manajemen dan
kualitas produk. Kemudian, para responden diminta menentukan tiga
perusahaan yang paling mereka kagumi.
Nah, hasil survei menyimpulkan, tiga besar
perusahaan paling memikat itu adalah PT Astra International Tbk, PT
Unilever Indonesia Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk.
Menyusul, PT Bank Mandiri Tbk, PT Garuda
Indonesia Tbk, PT HM Sampoerna Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT Gudang Garam Tbk.
Di peringkat berikutnya ada PT United Tractors
Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT Indosat Tbk, PT XL
Axiata Tbk, dan PT Kalbe Farma Tbk.
Kemudian menyusul PT Medco Energi Internasional
Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Mitra Adi Perkasa Tbk, PT Lippo
Karawaci Tbk serta PT Aneka Tambang Tbk.
Gunawan Geniusaharja, Direktur Astra International mengatakan, kunci sukses Astra terletak pada 3W. Yakni, “Winning price, winning concept, dan winning system,” tutur Gunawan.
Presiden Direktur Astra International, Prijono
Sugiarto menambahkan, dengan manajemen sumber daya manusia yang andal,
mereka mampu membentuk tim yang kuat.
Agung Adiprasetyo, Chief Executive Officer Kompas
Gramedia menyatakan, para perusahaan yang dikagumi sudah semestinya
dinamis mengantisipasi perubahan. “Jangan puas meski menjadi perusahaan
besar sehingga sulit berkembang,” ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar