http://www.mediaindonesia.com/read/2011/12/22/286070/4/2/Terbuka-Opsi-Kenaikan-Harga-BBM-Bersubsidi-dalam-APBN-P-2012
JAKARTA--MICOM: Opsi menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) dengan memasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara
Perubahan (APBN-P) 2012 masih terbuka.
Anggota Komisi VII DPR dan Badan Anggaran (Banggar) DPR Satya W Yudha mengatakan, berubahnya asumsi makro ekonomi memungkinkan dimasukkan opsi menaikkan harga BBM bersubsidi ke dalam APBN-P 2012.
"Kalau indikator makro ekonomi berubah, sangat mungkin dilakukan perubahan pada APBN-P," kata Satya di Jakarta, Rabu (21/12).
Satya menjelaskan, dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) yang telah mencapai US$111 per barel, jauh menembus harga yang diasumsikan dalam APBN-P perubahan 2011 sebesar US$95 per barel.
Karena itu, perlu dipertimbangkan memasukkan opsi menaikkan harga BBM bersubsidi ke dalam APBN-P 2012. Dirinya melihat hingga saat ini pemerintah belum dapat menentukan formula pelaksanaan program pengaturan penggunaan BBM bersubsidi yang tepat.
Padahal, di saat ICP naik tinggi melebihi asumsi, pemerintah diharuskan bereaksi cepat dengan mengambil satu di antara dua pilihan sulit, yaitu menaikkan harga atau mengatur penggunaan BBM bersubsidi. (Atp/OL-5)
JAKARTA--MICOM: Opsi menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) dengan memasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara
Perubahan (APBN-P) 2012 masih terbuka.
Anggota Komisi VII DPR dan Badan Anggaran (Banggar) DPR Satya W Yudha mengatakan, berubahnya asumsi makro ekonomi memungkinkan dimasukkan opsi menaikkan harga BBM bersubsidi ke dalam APBN-P 2012.
"Kalau indikator makro ekonomi berubah, sangat mungkin dilakukan perubahan pada APBN-P," kata Satya di Jakarta, Rabu (21/12).
Satya menjelaskan, dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) yang telah mencapai US$111 per barel, jauh menembus harga yang diasumsikan dalam APBN-P perubahan 2011 sebesar US$95 per barel.
Karena itu, perlu dipertimbangkan memasukkan opsi menaikkan harga BBM bersubsidi ke dalam APBN-P 2012. Dirinya melihat hingga saat ini pemerintah belum dapat menentukan formula pelaksanaan program pengaturan penggunaan BBM bersubsidi yang tepat.
Padahal, di saat ICP naik tinggi melebihi asumsi, pemerintah diharuskan bereaksi cepat dengan mengambil satu di antara dua pilihan sulit, yaitu menaikkan harga atau mengatur penggunaan BBM bersubsidi. (Atp/OL-5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar