NEW YORK. Bursa AS kembali berdarah-darah. Bursa Standard
& Poor's 500 anjlok ke level terendah sejak 2008, tersengat sentimen
data perlambatan perekonomian China dan Jerman yang terindikasi
melambat.Pada penutupan perdagangan Jumat (29/9), bursa S&P turun 2,5% ke level 1.131,42. Pelemahan ini menutupi penguatan indeks yang sempat terjadi dan memperparah pelemahan dalam sepekan pada detik-detik perdagangan di akhir minggu.
Harga saham sepuluh sektor rdi S&P 500 terpangkas dan mencetak rekor penurunan terbesar. Saham Alcoa Inc. luruh 4,9% sementara saham, General Electric Co. jatuh 4%. Saham Micron Technology Inc. terpangkas 14% dan menjadi penurunan terbesar di S&P 500 setelah data pelemahan permintaan komputer pribadi dilansir.
Bursa saham terus melemah selama lima bulan berturut-turut. Bursa saham telah terjerembab 14% hanya dalam kuartal ini dan telah turun 10% dalam setahun.
Sementara, bursa Dow Jones Industrial Average terjatuh 240,6 poin, atau 2,2% ke level 10.913,38 pada perdagangan Jumat. Namun untuk perdagangan selama sepekan, bursa Dow Jones naik 1,3%.
"Berita ekonomi dunia terus berubah-ubah antara positif dan negatif. Masih ada kekhawatiran tentang situasi utang Eropa dan kebuntuan politik di Washington," John Carey, Money Manager di Pioneer Investments.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar