Kamis, 30 Juni 2011

Jelang lebaran, kebutuhan gula rafinasi meningkat 30%

JAKARTA. Kebutuhan gula rafinasi bagi industri makanan dan minuman diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 30% menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

Ketua Forum Industri Pengguna Gula (FIPG) Franky Sibarani mengatakan, kebutuhan gula rafinasi mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan produksi oleh industri makanan dan minuman untuk pemenuhan keburuhan jelang lebaran. Peningkatan produksi sendiri telah dilakukan sejak Juni hingga Juli nanti. "Kenaikan produksinya sekitar 20% hingga 30%," kata Franky dalam siaran persnya, Selasa (28/6).

Menurut Frangky, peningkatan produksi terutama dilakukan pada makanan dan minuman jenis tertentu seperti sirup dan biskuit. Maklum, kedua produk itu paling banyak dikonsumsi saat bulan puasa dan lebaran.
Terkait peningkatan konsumsi gula rafinasi itu, maka Franky menyebut FIPG telah meminta pemerintah agar menjamin realisasi kontrak-kontrak pembelian dengan industri gula rafinasi. "Kami juga mendukung upaya Kementerian Perdagangan dalam mengaudit penyaluran gula rafinasi," katanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan terkait merembesnya gula rafinasi ke pasar. Dia berharap kerjasama antara industri makanan dan minuman dengan industri gula rafinasi selama ini menjadi pertimbangan utama dalam penjualan gula rafinasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar