JAKARTA. Kinerja reksadana pendapatan tetap selama kuartal I 2011 masih mencetak hasil yang positif. Berdasarkan data Infovesta Utama, rata-rata kinerja reksadana pendapatan tetap membukukan hasil 1,79%. Namun jika menengok indeks harga surat utang negara (SUN) selama kuartal I justru negatif 5,35%. Edbert Suryajaya Analis Infovesta Utama menduga reksadana pendapatan tetap banyak menginvestasikan di obligasi korporasi. Akibatnya kinerja reksadana berbasis obligasi jauh lebih baik dibanding kinerja SUN.
Maklum menurut Edbert harga obligasi korporasi cenderung tidak banyak bergerak. Akibatnya kinerja reksadana berbasis obligasi korporasi pun tidak banyak perubahan. "Kalau SUN harganya mark to market tapi kalau obligasi korporasi tidak selalu ada perdagangan jadi kelihatan kinerja bagus," ujar Edbert.
Hal tersebut terbukti dari reksadana milik GMT Asset Management yang bernama reksadana GMT Dana Obligasi Plus. Reksadana ini sebanyak 80% dana kelolaannya berada di obligasi korporasi. Sebesar 0,5% berada di obligasi pemerintah, 15,5% di saham dan sisanya ada di pasar uang.
Sedangkan komposisi obligasi yang mereka pilih adalah obligasi milik bank dan pembiayaan sebanyak 59,2%. Terbesar kedua, penempatan dana kelolaan reksadana GMT Dana Obligasi Plus pada obligasi milik perusahaan consumer good, agriculture dan lainnya.
Reksadana yang telah diterbitkan sejak 7 Mei 2007 ini sampai dengan 31 Maret kemarin telah menghasilkan return 101,08%. Sedangkan dalam waktu satu tahun terakhir menghasilkan return 22,6%. Jika berminat, reksadana ini bisa dibeli dengan minimum investasi Rp 500.000 per unit.
Pasific Capital Aset Management. Pemilik reksadana pendapatan tetap, Pasific Fixed Fund ini menempatkan dana kelolaan mereka sebanyak dua per tiga di obligasi korporasi. Sedangkan sisanya ditempatkan di SUN.
Tapi menurut Andreas Yasakasih Direktur Pasific Capital peningkatan kinerja tersebut banyak disumbang dari peningkatan harga SUN. Maklum awal tahun ini harga SUN terkoreksi tajam. "Kami banyak membeli saat itu," tutur dia. Sebelumnya Andreas bilang, Pasific Fixed Fund banyak menempatkan di pasar uang. Tak heran saat harga SUN kembali naik. Kinerjanya ikut terangkat.
Andreas menduga kinerja reksadana bisa naik sampai 10% - 15%. Saat ini total dana kelolaan reksadana tersebut hanya Rp 55 miliar. "Targetnya bisa Rp 100 miliar sampai akhir tahun," harap dia. Sedangkan total dana mereka naik jadi Rp 200 miliar dari sebelumnya Rp 90 miliar.
Jika memang berminat untuk membeli reksadana ini, bisa langsung datang ke kantor Pasific Capital. Sebab mereka tidak menggunakan agen penjual untuk memasarkan produk ini. "Minimal investasinya bisa Rp 10 juta per unit," papar Andreas.
Tabel Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Kuartal I
| Reksa Dana Pendapatan Tetap | Kinerja |
| GMT Dana Obligasi Plus | 5.97% |
| Reksadana ORI | 4.17% |
| Pacific Fixed Fund | 3.16% |
| Jisawi Pendapatan Tetap | 2.93% |
| BNI Dana Syariah | 2.88% |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar