Sabtu, 16 April 2011

PLN targetkan penghematan BBM Rp30 miliar per tahun

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pembangkit sebesar Rp30 miliar per tahun melalui program koneksi sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Direktur Indonesia Barat PLN Harry Jaya Pahlawan mengatakan program menghubungkan sistem kelistrikan antarpulau tersebut dengan menggunakan jaringan kabel bawah laut (sub marine cable) tegangan menengah 20 kV sepanjang 14,5 kilo meter sircuit (kms) mulai tahun ini.

“Selain meningkatkan rasio elektrifikasi, kita juga menargetkan adanya penghematan sekitar Rp30 miliar per tahun dari pengurangan penggunaan BBM solar [HSD/High Speed Diesel maupun MFO/Marine Fuel Oil],” tutur dia, hari ini.

Menurut dia, perseroan itu sudah menganggarkan dana sekitar Rp70 miliar dari jatah alokasi kelistrikan di Indonesia bagian barat sebesar Rp920 miliar untuk tahun ini. “Risiko kabel bawah laut itu tidak sama seperti sambungan Jawa Bali karena arus di Indonesia bagian barat tidak terlalu deras, jadi bisa dengan kabel tegangan menengah.

Dia mengatakan program koneksi sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau itu akan dilakukan berturut-turut dalam 2 tahun ke depan. Untuk tahun ini, lanjut dia, terdapat 4 bagian penyambungan jaringan, yakni pertama Pulau Batam-Pulau Belakang Padang dengan panjang jaringan 3,5 kms.

Selanjutnya, Pulau Bintan-Pulau Penyengat dengan panjang jaringan yang akan dibangun 1,5 kms, Pulau Tanjung Balai Karimun-Pulau Parit dengan panjang jaringan yang akan dibangun 3 kms, dan terakhir Pulau Rupat koneksi dengan Kota Dumai (Provinsi Riau), dengan panjang jaringan yang akan dibangun sepanjang 6,5 kms.

Selama ini, jelas dia, sumber listrik di beberapa pulau tersebut sepenuhnya dipasok dari PLTD yang menggunakan BBM Solar/HSD. Dengan terkoneksinya melalui sistem jaringan kabel bawah laut, imbuh dia, PLTD-PLTD yang ada akan dihentikan pengoperasiannya.

“Pada 2012 nanti, juga akan dibangun lagi jaringan dengan total 15,5 kms, sehingga total yang akan dibangun itu 30 kms jaringan untuk merangkai pulau. Kita harapkan pada tahun depan juga akan dilakukan pada pulau-pulau lainnya yang ada di Sumatra dan Kalimantan Barat,” tutur Harry.

Senada dengan itu, Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Indonesia Barat PLN Karel Sampe Payung mengatakan pemakaian bbm di wilayah Indonesia Barat masih tergolong besar.

Setiap tahunnya, jelas dia, PLN harus menghabiskan dana hingga Rp15 triliun untuk penggunaan bbm. “Kalau program ini sudah jalan, penghematan nantinya bisa mencapai Rp30 miliar per tahun. Memang tidak besar, tetapi setidaknya bisa mengurangi biaya produksi penyediaan listrik,” tutur Karel.(gak)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar