Kamis, 21 April 2011

Kuartal I, bisnis logistik tumbuh 15%

JAKARTA. Kondisi ekonomi yang makin membaik mendorong pertumbuhan bisnis logistik tahun ini. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan, omzet industri logistik sepanjang kuartal
I-2011 lalu mencapai Rp 350 triliun. Jumlah ini meningkat 15% dibanding omzet pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 304 triliun.

Ketua Umum ALI Zaldy Ilham Masita mengatakan, pertumbuhan omzet tersebut didorong meningkatnya aktivitas ekspor dan impor. Pertumbuhan juga ditopang maraknya kegiatan pengiriman barang di sektor industri manufaktur dan ritel. "Tak heran bisnis logistik tahun ini tumbuh bagus," kata Zaldy kepada KONTAN, Rabu (20/4).
Menariknya, tren bisnis online juga ikut memicu tumbuhnya bisnis logistik tersebut. Pasalnya, transaksi dalam bisnis online tidak mempertemukan penjual dan penerima barang secara fisik. Sehingga, pengiriman barang murni dilakukan oleh jasa logistik, terutama layanan kurir.
Zaldy memperkirakan, omzet layanan kurir online ini tumbuh pesat. "Ada kenaikan omzet hingga 20%," ujarnya.
Selain layanan kurir, menurut Zaldy, hampir seluruh layanan logistik mengalami kenaikan omzet. Di antaranya jasa ekspres, freight forwarding dan trucking. "Rata-rata omzet tumbuh hingga 15%," ungkapnya.
Potensi bisnis logistik memang sangat menjanjikan. Lembaga riset Frost & Sullivan memperkirakan, potensi pasar logistik tahun ini mencapai Rp 1.414 triliun. Jumlah ini naik 8,3% dibandingkan dengan nilai pasar di 2010 yang sebesar Rp 1.306 triliun.
Prediksi tersebut didasarkan pada peningkatan aktivitas yang cukup tajam di beberapa sektor ekonomi, seperti minyak dan gas (migas), pertambangan, perkebunan dan manufaktur. Omzet sebesar itu akan dinikmati lebih dari 15 perusahan logistik skala besar dan 500 perusahaan skala kecil.
Salah satu yang menikmati nya adalah PT SSH Group, perusahaan logistik yang berbasis di Bandar Lampung. Nico Ardian, Direktur Operasional PT SSH Group, mengatakan, meningkatnya permintaan terhadap batubara membuat omzet perusahaannya tumbuh sekitar 10% tahun ini.
seperti kita ketahui, Indonesia adalah eksportir batubara terbesar dunia dengan pengiriman hingga September 2010 sebanyak 209,4 juta ton. Sekitar 95% dari jumlah tersebut diekspor ke China, India, Korea Selatan, Filipina dan Hong Kong.
Kendala infrastruktur
Kendati potensi bisnis logistik sangat besar, namun perkembangan bisnis ini terhambat masalah infrastruktur. Zaldi mengatakan, perbaikan infrastruktur transportasi di Indonesia terbilang lambat. Ia mencontohkan minimnya fasilitas bongkar muat dan fasilitas gudang penyimpanan di pelabuhan.
Selain itu minimnya kapal yang melayani angkutan membuat antrean panjang di sejumlah pelabuhan. Kondisi ini membuat pengiriman barang lebih lama, sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan membengkak. "Semestinya pemerintah punya dana besar untuk memperbaiki fasilitas," ungkapnya.
Nikholas, Branch Manager PT Armada Hati Agung Cabang Jakarta, salah satu perusahaan logistik membenarkan masalah infrastruktur menghambat perkembangan bisnis ini. Persoalan infrastruktur ini terjadi di sejumlah daerah, terutama di jalur pelayaran Merak-Bakauheni dan jalur-jalur darat dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah. "Kondisi ini sangat merugikan kami," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar