JAKARTA. Sudah tiga hari belakangan, nilai tukar yen bertahan di level yang cukup lemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pairing USD/JPY, Kamis (31/3), senilai 82,84, tidak jauh berbeda dibandingkan posisi penutupan Rabu (30/3), US$ 82,89.Mengutip Bloomberg, aksi para eksportir Jepang menyebabkan yen menanjak. Mereka membeli yen di harga relatif murah setelah melemah selama lima hari terakhir. "Mereka mungkin mengambil keuntungan dari penurunan yen baru-baru ini," kata Takashi Kudo, General Manager layanan Informasi Pasar NTT SmartTrade Inc.
Ibrahim, Analis Senior harvest International Futures menilai, para eksportir ini juga akan membantu penarikan yen kembali ke Jepang (repatriasi) dalam rangka pemulihan ekonomi.
Alwi Assegaf, Analis dari Universal Broker juga melihat, nilai tukar yen sudah cukup melemah sehingga terbuka peluang untuk penguatan.
Peluang penguatan makin besar karena pemerintah Jepang masih akan melanjutkan repatriasi. Yen juga kian laku karena pasar khawatir dengan berita kebocoran nuklir. "Mereka melihat yen sebagai safe haven," kata Alwi.
Di sisi lain, Ibrahim melihat yen masih berpeluang untuk melemah. "Tahun ini, yen berpeluang ke level 83 sampai 84 per dollar AS," kata Ibrahim.
Dia beralasan, pemerintah Jepang akan terus melakukan intervensi agar mata uang yen tidak terlalu menguat akibat repatriasi. Yen yang terlalu kuat dinilai akan mengganggu perekonomian Jepang yang bergantung pada ekspor.
Hari ini, Ibrahim memperkirakan pasangan USD/JPY akan bergerak di rentang antara 82,33 - 83,29.
Sedangkan Alwi memperkirakan, yen berpeluang menguat di kisaran 82,05 - 83,30 per dollar AS. Pekan depan, laju penguatan yen bisa lebih kencang ke USD/JPY 81,25.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar